Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Lagi, 4 Warga Noongan Terserang Demam Berdarah

Lagi, 4 Warga Noongan Terserang Demam Berdarah
Nyamuk Aedes Aegypti, pembawa virus penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue
Langowan, Fajarmanado.com – Setelah beberapa warga Noongan Kecamatan Langowan Barat Minahasa, terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD), kini kembali empat warga setempat mengalami penyakit virus berbahaya tersebut.

Keempat warga yang mengalami penyakit tersebut dirawat di RSUD Noongan. Ada yang sudah berhasil diobati dan dinyatakan pulang, namun sampai saat ini, Minggu (18/06/2017), masih ada yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Data yang diperoleh Fajarmanado.com dari RSUD Noongan, empat pasien DBD yang menjalani perawatan tersebut, masing-masing, anak Dea Sualang, Ibu Nortje Laonde-Wowiling, anak Ezra Nehemia Pay, dan pemuda Josua Manembu. Dea Sualang dan Nortje Laonde-Wowiling, sudah berhasil diobati dan dinyatakan boleh kembali, sedangan Ezra Pay dan Josua Manembu, masih menjalani perawatan di RSUD Noongan.

Direktur RSUD Noongan dr Enrico Rawung, MARS, melalui Kepala Seksi Perawatan dan Penunjang Medik Tinny Sambeka, SKM, MARS, mengungkapkan, banyaknya pasien DBD yang menimpa warga Noongan, hendaknya diwaspadai. “Apalagi dalam musim penghujan seperti sekarang ini, banyak genangan-genangan air, terutama sampah plastik, kaleng bekas, ban bekas, dedaunan, bahkan juga air tampungan di rumah-rumah warga yang tidak disadari sudah menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti sebagai pembawa virus penyebab DBD,” ujar Tinny Sambeka.

Tinnya Sambeka menambahkan, bagi warga yang menagalami  demam atau panas tinggi, agar segera memeriksakan diri ke dokter, Puskesmas atau Rumah Sakit, agar dapat terdeteksi secara dini terhadap penyebaran penyakit DBD. “Untuk mengetahui apakah warga terkena DBD perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium disertai tanda-tanda fisik lainnya. Bila dalam waktu tiga hari seseorang mengalami panas terus menerus, sebaiknya segera memeriksakan diri pada dokter, Puskesmas terdekat, atau rumah sakit,” tuturnya.

Sementara itu, pemerintah di Kecamatan Langowan Barat dan Puskesmas Turamaras, serta pemerintah di tiga desa di Noongan Raya, terkesan lamban untuk melakukan tindakanpencegahan. Padahal kejadian ini sudah dilaporkan jauh-jauh sebelumnya. Pihak Puskesmas Tumaratas yang bertanggungjawab dalam penanganan masalah kesehatan masyarakat di wilayah Langowan Barat, hanya sampai mengambil data dan informasi, tapi belum juga melakukan tindakan apapun.

Camat Langowan Barat, Ir Lendy Aruperes, ketika dilaporkan masalah ini beberapa waktu lalu, menyatakan akan berkoordinasi dengan Puskesmas Tumaratas, dan telah memerintahkan kepada tiga Hukum Tua yang ada di Noongan Raya untuk melakukan tindakan pencegahan. Namun sampai saat ini baru sebatas memberi peringatan kepada warga untuk waspada dengan DBD, tanpa melakukan tindakan pencegahan seperti foging.

Penulis/Editor: Jeffry Th. Pay

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan