Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats LPG Tiga Kg Dijual 30 Ribu, ROR : Harusnya Langsung Police Line - Fajar Manado

LPG Tiga Kg Dijual 30 Ribu, ROR : Harusnya Langsung Police Line

LPG Tiga Kg Dijual 30 Ribu, ROR : Harusnya Langsung Police Line
Bupati Minahasa, Ir Roy Roring, MSi
Tondano, Fajarmanado.com — Menjelang hari raya Natal, gas LPG tiga Kg mulai langka di wilayah Kabupaten Minahasa. Kelangkaan gas LPG ini pun sontak dikeluhkan masyarakat, terutama keluarga ekonomi lemah.

“Kenyataan ini sangat menyulitkan kami. Aneh, hampir semua agen atau pangkalan mengaku langsung kehabisan stok beberapa saat setelah gas LPG masuk,” kata warga yang enggan disebutkan namanya kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan, Kamis (6/12/2018), pagi tadi.

Kian memiriskan lagi, harga jual gas LPG 3 Kg di pasaran umum telah melambung dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan tembus pada angka berkisar Rp.20 ribu-Rp.30 ribu.

Baca Juga :  Digelar Tiga Hari, Festival Ikan Nusantara Meriahkan Benteng Moraya Tondano

“Anehnya lagi, di pangkalan LPG habis, tapi banyak di warung-warung dan di pasar-pasar yang tidak memiliki izin sebagai pangkalan,” ujar warga Tondano.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Minahasa Ir Royke Oktavianus Roring MSi (ROR) angkat suara. Dengan tegas dirinya mengatakan bahwa harga LPG tiga Kg sudah ditetapkan. Dan harganya memang sudah demikian.

“Kalau LPG tiga Kg dijual dengan harga Rp.30 ribu atau lebih, harusnya itu langsung dipasang police line (garis polisi). Karena LPG tiga Kg disubsidi oleh pemerintah untuk masyarakat miskin,” ujar ROR kepada sejumlah wartawan.

Baca Juga :  Aniaya Rian Pakai Badik, Bekos Diringkus Polisi

Lanjutnya, dalam situasi seperti ini, tim pengawas harus lebih intens di lapangan melakukan pengawasan. Supaya barang-barang yang disubsidi oleh pemerintah, tidak jatuh dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Tidak hanya LPG tiga Kg, semua yang disubsidi oleh pemerintah termasuk beras sejahtera (rastra) tidak boleh diselewengkan,” jelasnya.

Untuk itu, Bupati juga mengajak keterlibatan aktif dari semua masyarakat untuk bekerjasama dengan pemerintah melakukan pengawasan. “Ini ada konsekuensi hukumnya. Karena itu jangan main-main dengan hak-hak masyarakat miskin yang telah diatur pemerintah,” pungkasnya.

Penulis: Fiser Wakulu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan