Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Massa Demo KPU Talaud, Polisi Dilempari Botol Berisi Bensin, 5 Provokator Diamankan - Fajar Manado

Massa Demo KPU Talaud, Polisi Dilempari Botol Berisi Bensin, 5 Provokator Diamankan

Massa Demo KPU Talaud, Polisi Dilempari Botol Berisi Bensin, 5 Provokator Diamankan
Suasana terpantau kondusif pasca demo yang sempat panas di depan Kantor KPU Talaud, Melonguane, Selasa (3/7/2018), siang tadi. Foto: Ist/Briet Maga)
Talaud, Fajarmanado.com — Hasil quick count Pilkada Talaud 2018 yang memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, dr Elly Engelbert Lasut ME-Moktar Arunde Parapaga (E2L-Mantap) memantik reaksi kubu pendukung tiga paslon lainnya.

Aksi demo pun tak terelakkan terjadi. Menyusul Jumat (29/7/2018), pekan lalu, aksi protes yang sama kembali terjadi di depan Kantor KPU Talaud pada Selasa (3/7/2018), hari ini.

Massa yang semula berkumpul di lapangan Sangkudiman Melongguane tersebut mengungkapkan dugaan mereka telah terjadi penggelembungan suara pemilih dan kecurangan saat pencoblosan dan perhitungan suara di TPS-TPS pada 27 Juni silam.

Berbeda dengan aksi yang sama akhir pekan lalu, massa pendemo yang ditaksir lebih dari 1.000 orang itu bertekad mendengar langsung penjelasan komisioner KPU. Mereka berusaha merinsek masuk tapi terus dihalau barekade jajaran Polres Talaud.

Aksi saling dorong pendemo dan petugas tak terelakkan. Diduga terprovokasi, berbagai benda berterbangan ke arah petugas yang terus bertahan menghalau massa. Ada botol minuman berenergi berisikan bensin, bebatuan dan ada pula balok-balok kayu.

Baca Juga :  Astaga..! Adik Tebas Leher Kakak Perempuan, Ini Penyebabnya

Lemparan benda-benda tersebut akhirnya dibalas petugas dengan menyemporkan water canon, kemudian menembakkan peluru karet. Akibatnya, sejumlah polisi mengalami luka kena lemparan dan tiga orang pendemo mengalami luka terkena peluru karet. Para korban langsung dievakuasi dan mendapat perawatan medis di rumah sakit terdekat.

Selain itu, bentrok antara pendemo dengan polisi itu juga membuat lima orang pendemo di antaranya diamankan petugas karena diduga sebagai provokator.

“Kami telah mengamankan 5 tersangka pelaku provokasi untuk diproses penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres Talaud Kombes M. Denny Iriawan Situmorang kepada Fajarmanado.com di Melonguane, malam tadi.

Kapolres Talaud Kombes M. Denny Iriawan Situmorang, Dandim 1312 Talaud Lerkol Arm Gregorius Eka Setiawan dan Danlantamal Talaud siaga memberi komando susulan pasca demo massa di depan Kantor KPU Talaud, Selasa (3/7/2018), siang tadi.

Kapolres Situmorang mengatakan, penggunaan peluru karet sudah melalui tahapan sesuai Peraturan Kapolri(Perkap) Nomor 1 tahun 2009. Kata dia, perosedurnya dimulai dari mengingatkan, kemudian mengunakan watercanon, dan tembakan kearah atas.

Baca Juga :  Bupati Manalip Versus ASN, Ngabalin Ancam Mendagri Kumolo

“Tahapan tahapan awal sudah dilakukan semua dalam bentuk bentuk pengendalian perilaku anarkis tetapi masa tidak mengindahkan jadi terpaksa anggota kami mengambil tindakan dengan menembakkan peluru karet,” jelasnya.

Kapolres Situmorang menyatakan bahwa pihaknya bersama TNI akan terus memantau perkembangan situasi. Apabila situasinnya menunjukan eskalasi yang meningkat maka akan dilakukan penambahan personil baik TNI maupun Polri.

“Kami Polri maupun TNI menghimbau saudarah-saudarahku yang ada di kabupaten Kepulauan Talaud ini untuk menyikapi lebih arif dan bijaksana perkembangan situasi saat ini agar jangan mudah terpancing emosi, jangan mudah terprovokasi baik visual maupun yang tertera pada media-media sosial,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, Dandim 1312 Talaud Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan mengatakan, Kabupaten KepulauanTalaud adalah salah satu wilayah yang sering mengedepankan kasih sesama manusia.

“Oleh karena itu jangan tercederai dengan adanya upaya-upaya provokasi apapun bentuknya. Tetap utamakan hubungan kasih sesama manusia,” pintanya.

Baik Kapolres Situmorang maupun Dandim Eka Setiawan berharap masyarakat melakukan protes sesuai koridor hukum yang berlaku. Pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan untuk mengajukan gugatan kepada Gakumdu melalu Panwas atau kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Penulis: Briet Maga

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan