Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Menkominfo Rudiantara: Hati-Hati dan Selektif Gunakan Medsos

Menkominfo Rudiantara: Hati-Hati dan Selektif Gunakan Medsos
Manado, Fajarmanado.com — Menkominfo Ridiantara mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati menggunakan media sosial (medsos) dan mengurangi penggunaan aplikasi yang tidak memberikan manfaaf.

Kehati-hatian itu bukan hanya dalam menyikapi setiap kabar yang diunggah di medsos, tetapi juga dalam memasukan data pribadi dalam aplikas-aplikasi. Sebab data yang sangat pribadi bisa jadi disalahgunakan oknum tertentu ketika terjadi kebocoran data.

“Masing-masing kita harus berhati-hati dalam memberikan data pribadi saat install aplikasi-aplikasi, baik media sosial maupun messenger,” katanya pada acara  Social Media Peacemaker di Auditorium Universitas Sam Ratulangi Manado, Jumat (13/4/2018) pagi.

Rudiantara meminta masyarakat agar bisa mengurangi penggunaan medsos jika aplikasi yang digunakan tidak memberikan nilai tambah.

Namun, jika media sosial tersebut memang dibutuhkan dalam menjalani aktivitas, Menkominfo mempersilahkan masyarakat mengakses medsos apapun. “Asalkan setiap pengguna paham akan potensi bahaya yang bisa saja menyerang para pengguna medsos,” tandasnya.

Terkait kebocoran data Facebook (FB), Rudiantara mengungkapkan pihaknya telah bertemu dengan perwakilan FB yang berdomisili di Indonesia. Mereka pun telah berjanji akan memitigasi berbagai persoalan yang menyangkut data pengguna Facebook di Indonesia.

“Saat ini mereka masih melakukan audit seluruh aplikasi pihak ketiga yang ada di FB. Menkominfo sudah ultimatum untuk dilaporkan secepatnya. Semoga tidak ada penyelewengan penggunaan data-data pribadi pengguna FB di Indonesia,” ujarnya.

Sementara Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE mengatakan, kehadiran medsos di tengah era digital saat ini telah mendorong teknologi komunikasi dan informasi, serta aspek kehidupan lainnya mengalami perkembangan sangat hebat dengan beragam tantangan yang kompleks.

“Media sosial yang lahir dalam era digital-pun, hampir menjadi kebutuhan primer masyarakat, karena manfaatnya yang begitu besar, diantaranya sebagai tempat promosi, ajang memperbanyak teman, sebagai media komunikasi, maupun tempat berbagi foto, dokumen, maupun pesan suara, dengan fitur yang ada pada media sosial,” katanya dalam sambutan yang dibacakan Plt Kadis Kominfo Sulut, Jeti Pulu.

Sering banyak penggunaannya, Olly tidak dapat dipungkiri, bahwa medsos telah banyak disalahgunakan, atau telah banyak orang yang menggunakan medsos sebagai alat untuk melakukan kejahatan, seperti penipuan, menebar kebencian, isu SARA, radikalisme dan terorisme.

Untuk menyikapi tantangan tersebut, Olly mengimbau masyarakat agar mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, atau medsos secara cerdas, bijak dan bertanggungjawab.

“Agar kita semua terhindar dari ekses-ekses negatif yang sangat  berpotensi merusak moral, kepribadian, dan masa depan, serta tatanan kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai,” imbuhnya.

Karena itulah Gubernur Olly mengapresiasi pelaksanaan agenda Sosial Media Peacemaker ini. Dirinya optimis agenda tersebut dapat meningkatkan pemahaman seluruh peserta tentang dampak penyalahgunaan medsos.

“Kegiatan ini dapat menambah pemahaman serta wawasan kita dalam menyikapi tantangan di era digital atau penyalahgunaan media sosial,” katanya.

Terpantau turut dihadiri pada acara tersebut, Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Hein Arina, Rektor Unsrat Prof Dr Ellen Kumaat MSc dan Fasilitator Umum Manado My Home, Lenny Matoke serta Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastian.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan