Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Meski Masuk KSN, Enceng Gondok Masih Jadi Momok Menakutkan di Danau Tondano

Meski Masuk KSN, Enceng Gondok Masih Jadi Momok Menakutkan di Danau Tondano
MEMPRIHATINKAN : Pertumbuhan enceng gondok di Danau Tondano sudah sangat memprihatinkan. Tampak salah satu lokasi yang tertutup enceng gondok.
Tondano, Fajarmanado.com – Pertumbuhan enceng gondok di Danau Tondano seakan tidak mampu dikendalikan pemerintah. Buktinya, selain menodai eksotisme Danau Tondano, juga sering membahayakan nyawa manusia.

Baik nelayan yang menggantungkan hidupnya di Danau Tondano, maupun para wisatawan yang ingin menikmati keindahan danau secara langsung. Yang masih hangat dibicarakan adalah 17 orang yang terjebak di Pulau Likri (Pulau yang berada di Danau Tondano) karena enceng gondok sudah menutupi jalur perahu untuk kembali ke daratan.

Kondisi Danau Tondano pun sudah berulang kali disorot. Yang terbaru keluar dari mulut Fandi Richard, tokoh pemuda Kecamatan Eris. Menurutnya, pemerintah harus memiliki strategi khusus untuk mengendalikan enceng gondok.

Karena itu dikatakanya, kerjasama dengan para ilmuan yang berkompeten pada bidang tersebut harus dijajaki. “Enceng gondok sudah menjadi momok menakutkan di Danau Tondano. Waktu lalu saya sempat membaca di salah satu media, ada ilmuan bergelar professor yang punya inovasi pengendalian enceng gondok di Danau Tondano. Saya kira kajian-kajian dari para ilmuan harus dimanfaatkan pemerintah,” ujar Richard.

Sementara Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow (JWS) mengatakan bahwa Danau Tondano sudah masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN). Serta masuk juga dalam 15 Danau yang mendapatkan perhatian pemerintah pusat.

Namun demikian menurut JWS, Pemerintah Kabupaten Minahasa tidak tutup mata dengan situasi yang terjadi di Danau Tondano. “Perhatian terus kita berikan dengan melaksanakan langkah-langkah penyelamatan Danau Tondano termasuk pengendalian enceng gondok,” ujar JWS.

Lanjutnya, tindakan dari Pemkab Minahasa sangat nyata terlihat. Karena, meskipun saat ini sudah ada alat berat jenis eksavator yang beroperasi mengangkat enceng gondok di Danau Tondano, dalam APBD tahun 2017 juga kembali dianggarkan untuk pengadaan alat berat serupa. “Karena dianggap kurang, maka tahun ini akan ditambah dua alat berat serupa. Dan sudah dianggarkan dalam APBD 2017,” jelasnya.

JWS juga menyebut kalau Pemprov Sulut juga berperan aktif dalam penyelamatan Danau Tondano. “Pemprov sulut memiliki satu alat berat jenis water master. Dan itu akan digunakan untuk membantu mengeruk lumpur dan mengangkat enceng gondok di Danau Tondano,” terangnya.

Selain itu dikatakanya, saat ini Pemprov Sulut juga berencana untuk membeli alat pembersih enceng gondok buatan Jepang atau Kanada supaya bisa menopang pengendalian enceng gondok di Danau Tondano. “Ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Pusat, Pemprov Sulut serta Pemkab Minahasa secara bersama-sama menyelesaikan masalah enceng gondok di Danau Tondano. Pastinya pemerintah tidak tinggal diam. Dan langkah yang sementara dilakukan ini akan berkelanjutan,” pungkas JWS.

(fis)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan