Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Nasib Bupati Manalip di Ujung Tanduk, Pemprov Proses Pelanggaran Mutasi Massal di Talaud - Fajar Manado

Nasib Bupati Manalip di Ujung Tanduk, Pemprov Proses Pelanggaran Mutasi Massal di Talaud

Nasib Bupati Manalip di Ujung Tanduk, Pemprov Proses Pelanggaran Mutasi Massal di Talaud
Manado, Fajarmanado.com — Gelombang demo Aliansi Aparatur Sipil Negara dan Tenaga Harian Lepas (ASN-THL) Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya mendapat jaminan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulut, Rabu (25/7/2018). Nasib Bupati Sri Wahyumi Manalip pun berada di ujung tanduk.

“Kita harus melihat ketentuan yang mengatur semuanya. Yang pasti semua usulan diproses sesuai peraturan yang berlaku,” komentar Asisten I Setprov Sulut, Drs Edison Humiang saat menerima aspirasi Aliansi ASN-THL di Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado, siang itu.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat itu menerima aspirasi ASN-THL Talaud bersama Kepala Badan Kesbangpol Drs Meiki Onibala MSi dan Kepala Biro Hukum Grubert T. Ughude.

Sesuai janji mereka, ratusan ASN-THL tersebut mendatang Kantor Gubernur di Manado dan membeberkan alasan ketidakpuasan mereka atas tindakan yang dinilai sewenang-wenang dengan menyalahi aturan oleh BupatiK epulauan Talaud Sri Wahyuni Manalip.

Pasalnya, Kamis (19/7/2018), pekan lalu, Manalip memberhentikan dan mengganti sedikitnya 305 pejabat eselon II, III,  IV dan guru serta ratusan THL. Tindakan bupati wanita ini diduga keras sebagai wujud kekesalannya karena kalah pada Pilkada Serentak, 27 April silam.

Baca Juga :  Di Depan Ketua MA, Olly Sebut Sulut Akan Bentuk Pengadilan Terpadu dan Pusat Pendidikan di Intim

Ratusan ASN tersebut datang bersama Wakil Bupati Petrus Tuange. Mereka menilai mutasi massal yang dilakukan Bupati Manalip adalah ilegal karena melanggar Undang-Undang No. 10 Tahun 2016.

“Penggantian ini telah melanggar UU nomor 10 tahun 2016. Dimana dikatakan bahwa ketika petahana menjadi calon dan bertarung dalam pilkada, maka petahana dilarang melakukan mutasi pejabat sejak 6 bulan sebelum penetapan dan sampai akhir masa bakti, kecuali ada izin dari Menteri Dalam Negeri,” kata Tuange.

Lanjut Tuange, penggantian pejabat yang dilakukan Bupati Manalip adalah bentuk arogansi kekuasaan sehingga membutuhkan campur tangan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Tidak benar ada stagnasi di Pemerintahan Kabupaten Talaud sehingga harus ada pengantian ratusan pejabat. Yang ada adalah arogansi dengan menggunakan kekuasaan yang ada. Ini harus segera diselesaikan,” ujarnya, membantah alasan yang disampaikan Manalip di depan massa aksi damai, di Kantor Bupati, awal pekan ini.

Sementara itu, Toni Gagola yang dinonjobkan dari jabatan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Talaud menyampaikan uneg-uneg kepada pemerintah untuk bertindak tegas dengan memberhentikan jabatan Bupati Manalip.

Baca Juga :  Matangkan BP-GNRM dan PKN 2018, Inilah Deretan Kerja Nyata di Sulut

“Kami minta Bupati Sri Wahyuni Manalip dapat diberhentikan dari jabatannya,” tandas Toni.

Tercatat, di antara 305 ASN dan THL yang dimutasikan Manalip tersebut, ada18 pejabat eselon II, 9 camat dan sekitar 100 guru. Selain itu, juga pemberhentian dan penggantian terhadap sekitar 315 THL di lingkungan Pemkab Talaud.

Selain memberikan sinyal kalau mutasi massal tersebut sedang berproses sesuai regulasi yang berlaku, Asisten Edison Humiang menyampaikan pesan dari Gubernur Olly Dondokambey, SE agar seluruh ASN Pemkab Talaud tetap menjaga suasana kondusif.

“Kami mengikuti setiap gejolak yang muncul. Bapak Gubernur mengimbau semuanya setelah kembali ke Talaud tetap ciptakan kondisi yang aman, nyaman dan tetap kondusif,” ungkap Humiang.

Lanjut Humiang, pelayanan terhadap masyarakat Talaud harus diutamakan meskipun terjadi penggantian pejabat.

“Yang utama adalah pelayanan kepada masyarakat. Jauhkan ego pribadi dan fanatisme sempit,” ucapnya.

Penulis: Briet Maga

Editor   : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan