Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Oknum Brimob Minta Maaf, Ini Reaksi Korban Laka Lantas

Oknum Brimob Minta Maaf, Ini Reaksi Korban Laka Lantas

Manado, Fajarmanado.com — Oknum personil Brimob Polda Sulut berinisial Bripda SM alias Tole tersangka tabrak lari di simpang tiga GPdI Winangun, Manado, akhirnya minta maaf.

“Siap bu. Maaf bu. Siap salah bu…” demikian Tole kepada Sisca Saerang, korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) pada sekitar pukul 00.30 Wita, Senin (23/10/2017) saat berdialog di ruang penyidik Unit Laka Lantas Polresta Manado, Jalan 17 Agustus Manado.

Pertemuan Tole dan Sisca Kamis (2/11/2017) tersebut difasilitasi Bripka Mustofa. Ditemani anggota Provos Sabhara Polda, Bripda SM alias Tole bertemu dengan korban, Sisca, yang kini dikenal Ketua DPC LSM Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Minahasa ini.

Sisca dan Tole pun berdialog panjang lebar soal kilas balik peristiwa Laka Lantas yang mereka alami bersama dini pagi, Senin, dua pekan silam di depan GPdI Winangun. Saat itu, mobil Sisca yang dikendarai Herman, tertrabrak dari arah samping kanan ketika melaju menuju arah Tomohon.

Peristiwa di saat arus lalu lintas Manado-Tomohon langgeng ini menyebabkan ke dua mobil naas itu berhenti. Sempat terjadi adu argumentasi singkat antara Herman dan Sisca dengan Tole untuk menyelesaikan masalah itu melalui dialog damai.

Saat Sisca turun dari mobil Avanza merahnya dan berjalan mendekati pintu sopir mobil jenis Sedan Honda Civic DB 1011 JP, Tole pun tancap gas sambil membanting stir ke kanan. Sisca tersenggol dan jatuh tertidur di jalan setelah beberapa kali terputar.

“Siap bu, maaf saya salah,” ujar Tole. “Pada prinsipnya saya sudah memaafkan Anda, tapi cara anda yang sulit saya maafkan. Bagaimana anak-anak saya, siapa yang menghidupi mereka kalau saya mati waktu itu,” ketus Sisca.

Ia pun mengatakan, sikap Tole meninggalkan korban Laka Lantas tergeletak tak berdaya di jalan mencoreng eksistensi dan wibawa Polri. “Saya ini bekas polisi, saya tahu persis tugas dan kewenangan setiap anggota Polri,” papar wanita yang mengaku terakhir bertugas di Polda Metro Jaya ini.

Selang sekitar 1 jam berdialog, Tole lebih banyak diam. Mengenakan seragam dinas, pria asal Amurang ini, hanya sesekali berbicara. Kata yang meluncur dari mulutnya didominasi, kata siap, salah dan kata maaf.

Bahkan ketika disinggung saat malam peristiwa telah menegak minuman keras, Tole juga tak menampik. “Saya (hanya) minum siang, bu,” ungkapnya.

Meski demikian, Sisca menegaskan akan melanjutkan proses masalah ini, termasuk di Propam Polda Sulut. Karena, selain tidak bertanggung jawab dan berniat menghilangkan jejak, Tole juga dituding telah memalsukan plat nomor mobilnya.

“Sikap Anda ini tidak mencerminkan sebagai seorang polisi penganyom dan pelindung masyarakan. Bahkan sudah memberikan contoh yang tak baik dengan memalsukan plat nomor kendaraan,” ungkap Sisca, yang siang itu ditemani juga sejumlah pengurus LSM LPK Sulut.

Sampai berita ini dipublish, Sisca dan sopirnya, Herman tengah diambil keterangan untuk penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Bripka Mustopa.

Penulis : Jones Mamitoho

Editor    : Herly Umbas

 

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan