Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Olly Bantah Pemilihan BPMS GMIM Ada Kaitan dengan Parpol - Fajar Manado

Olly Bantah Pemilihan BPMS GMIM Ada Kaitan dengan Parpol

Olly Bantah Pemilihan BPMS GMIM Ada Kaitan dengan Parpol
Ketua Panitia Pemilihan SMS GMIM 2018 Olly Dondokambey SE didampingi Ketua Sinode GMIM Pdt HWB Sumakul ketika menjawab pertanyaan wartawan di Ruang Kerja Gubernur Sulut, Senin (5/3/2018).
Manado, Fajarmanado.com – Sukses menggelar pemilihan Komisi Pelayanan Kategorial (Kompelka) BIPRA, segera disusul dengan Pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Majelis Pertimbangan Sinode (MPS) dan Badan Pengawas Perbendaharaan Sinode (BPPS) tahun 2018-2022 yang dijadwalkan pada 21 Maret mendatang.

Berbagai spekulasi semakin santer mengemuka, tak terkecuali sinyalemen bahwa pemilihan BPMS GMIM nanti akan disusupi dengan kepentingan politik menjelang Pemilu 2019.

“Pemilihan BPMS bukan persoalan parpol. Bukan masalah disupport partai. Jangan berpikir bahwa karena seseorang pengurus partai atau anggota partai sudah tidak bisa berpartisipasi dalam pengurusan gereja. Ini kan sesuatu hal yang aneh,” tandas Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/3/2018), siang tadi.

Olly, yang juga Ketua Umum Panitia Pemilihan Sidang Majelis Sinode (SMS) GMIM 2018 berkali-kali  secara tegas membantah bahwa pemilihan BPMS GMIM ada kaitannya dengan partai politik (parpol).

“Apalagi, pemilihan BPMS 80 persen pemilihnya adalah pendeta,.jadi tidak ada kaitan dengan partai politik,” kata Olly.

Orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini menambahkan, dalam pemilihan BPMS akan dilakukan seperti dengan pemilihan ketua BIPRA (Bapak, Ibu, Pria, Remaja dan Anak).

“Mekanisme pemilihan sama dengan kemarin, yakni lewat e-voting,” ungkapnya didampingi Ketua BPMS Pdt HWB Sumakul dan Wakil Ketua Panitia Pemilihan SMS GMIM 2018, Drs Steven Kandouw, yang juga Wakil Gubernur Sulut ini.

Baca Juga :  Lomba Sapu Laut, 1,27 Ton Sampah Dibersihkan dari Objek Wisata Bunaken

Gubernur mengatakan, walaupun pemilihan menggunakan teknologi e-voting baru pertama kali dilakukan di Indonesia, namun patut diikuti. Sebab, mekanisme dengan cara begitu lebih hemat waktu dan pemilih merasa puas.

“Lewat e-voting pemilihannya hanya sehari selesai, jika lalu manual butuh waktu dua sampai tiga hari. Ya, ini dilakukan untuk reformasi GMIM dalam rangka mengikuti kemajuan jaman,” jelasnya.

Olly menambahkan, pada Pelaksanaan Pemilihan BIPRA Sinode GMIM secara e-Voting ternyata semua merasa puas dan sesuai harapan yang ada.

“Dari hasil rapat dari BIPRA, karena kita kan kemarin terpisah-pisah, semua mengevaluasi hasil yang terjadi di lapangan, ternyata semua merasa puas dengan pemilihan secara e-Voting,” Olly, yang juga dikenal sebagai Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan ini.

“Dinamika di lapangan memang betul-betul sangat demokrasi, karena banyak dinamika yang ditemukan di lapangan tapi hasilnya semua maksimal baik. Dan ini satu hal yang perlu kita cermati bahwa kegiatan pemilihan BIPRA ini berlangsung tidak melihat dari mana perbedaan-perbedaan tapi bagaimana mereka memilih benar-benar pimpinan Gereja ke depan sesuai harapan dengan masyakat. Itu yang terjadi hasil evaluasi kita,” paparnya.

Baca Juga :  FSPG GMIM 2018 Resmi Digelar, Wali Kota Eman BerharapTumbuhkan Kebersamaan

Mengenai mekanisme pemilihan menggunakan aplikasi e-voting ini, juga diungkapkan oleh Sekretaris Pemilihan Pdt Janny Lompoliu. “Pemilihan menggunakan aplikasi e-voting. Para calon akan ditampilkan dalam slide saat pemilihan,” jelasnya.

Dengan menggunakan sistim aplikasi e-voting., menurut Lompoliu, setiap pemilih harus memiliki id card, yang akan discan. “Kemudian peserta akan masuk ke bilik suara untuk memilih. Panitia akan menyediakan 20 bilik suara,  lengkap dengan handphone tablet dan aplikasi,” jelasnya.

Dalam handphone tablet itu akan muncul nama-nama kandidat, kemudian pemilih tinggal mengklik nama kandidat yang akan dipilih, yang selanjutnya akan dikonfirmasikan apakah pilihan tersebut sudah benar.

“Jika benar tekan benar, dan jika salah tekan salah. Jika tekan benar akan muncul di aplikasi terima kasih telah berpartisipasi. Jika tekan salah maka, akan kembali ke awal untuk memilih kembali kandidat,” jelasnya.

Lompoliu menilai bahwa aplikasi ini akan membantu, mempermudah dan mempercepat baik dari panitia maupun bagi para pemilih nanti. “Yang dulunya harus memakan waktu satu sampai dua hari, kini dengan aplikasi ini memperhemat waktu,” ujarnya optimis.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan