Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Olly Dukung Penuh Optimalisasi Fungsi SDEW di Sulut

Olly Dukung Penuh Optimalisasi Fungsi SDEW di Sulut
Gubernur Olly Dondokambey SE saat memberikan pernyataan kesiapan Pemprov Sulut mendukung optimalisasi fungsi SDEW pada acara Talkshow Perlindungan dan Optimalisasi SDEW di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (10/10/2017) siang.
Jakarta, Fajarmanado.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE mendukung penuh kerjasama tiga kementerian untuk menjaga perlindungan dan optimalisasi fungsi situ, danau, embung dan waduk (SDEW).

Gubernur menilai, program bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut sangat penting diaplikasikan dan diwujudkan di daerah Nyiur Melambai.

Luasan SDEW, kata dia, terus mengalami penyusutan dari waktu ke waktu. Penyusutan itu terjadi lantaran adanya alih fungsi serta okupasi lahan.

“Pemda berperan dalam menyediakan lahan pembangunan prasarana situ, danau, embung dan waduk,” kata gubernur saat mengikuti Talkshow Perlindungan dan Optimalisasi SDEW di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (10/10/2017) siang.

Ia mengungkapkan, ada aset tanah yang seharusnya bagian dari lokasi infrastruktur namun diserobot pihak lain untuk kepentingan tempat tinggal, lahan pertanian, perkebunan dan tempat usaha.

Oleh karena itu, lanjut Olly, Pemerintah Provinsi Sulut akan melakukan pembebasan lahan untuk mengoptimalkan fungsi SDEW di provinsi yang memiliki 15 kabupaten kota ini.

“Kami akan segera membebaskan lahan untuk kepentingan dimaksud. Satu kendala yg mungkin dihadapi apabila lahan yg akan dibebaskan itu telah dijadikan tempat usaha atau memiliki manfaat ekonomi yang berlipat bagi masyarakat pemilik. Perlu usaha ekstra untuk mewujudkannya,” papar Olly, sapaan akrab Gubernur Sulut ini.

Sementara, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menyatakan ketidakjelasan status pengelolaan lahan SDEW di Indonesia menjadi penyebab lahan-lahan tersebut dialih fungsikan. Padahal, peranan SDEW sangat penting bagi penghidupan, baik sebagai pengendalian banjir, konservasi sumber daya air, pengembangan ekonomi lokal, maupun rekreasi.

Oleh sebab itu, Sofyan menambahkan, kerja sama ini dilakukan untuk bisa mencari jalan keluar dalam pemanfaatan SDEW yang lebih optimal dan bertanggung jawab.

“Jadi kita diskusi lebih detil apa yang bisa dilakukan. Nanti kita juga akan kerja sama dengan Pemda karena kegiatan ini juga menyangkut Pemda,” jelasnya.

Berdasarkan rencana, pihak BPN akan menangani sertifikasi lahan SDEW sehingga berstatus milik negara. Setelah itu baru Kementerian PUPR yang merevitalisasikan sebelum dikelola Pemerintah Provinsi.

Data dari Kementerian PUPR ada 840 danau dan 543 situ yang terokupasi oleh kegiatan masyarakat.

“Di Jabodetabek, tercatat 23 situ hilang. Dan tidak mungkin untuk mengembalikan itu semua,” kata Sofyan.

Ia pun menyebutkan ada banyak alasan mengapa SDEW terokupasi. Utamanya adalah soal legalitas yaitu ketidakjelasan batas lahan dan status kepemilikan. Kemudian soal tata kelola dan kewenangan juga sama tak jelas. Meski faktor alam seperti pendangkalan akibat sedimentasi juga jadi penyebab terlantarnya SDEW.

Oleh karenanya, langkah pertama yang akan diambil adalah melakukan legislasi terhadap SDEW yang terlantar melalui program sertifikasi. Sofyan menargetkan dalam setahun ke depan, lembaganya akan menargetkan 100 SDEW dapat tersertifikasi.

“Optimalisasi SDEW yang sekarang bisa kita lakukan adalah penegakan hukum,” lanjut Sofyan.

Sooal anggaran, Kementerian PUPR menyatakan masih harus melakukan penyusunan terlebih dahulu. Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU-PR Imam Santoso mengatakan hal ini terkait kemampuan Kemampuan ATR/BPN dalam proses sertifikasinya.

“Kita ada dananya tapi kita liat dulu berapa kemampuan ATR. Tapi tadi disebut Sofyan katanya minimum 100. Tapi menurut saya akan lebih,” kata Imam seusai acara.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan