Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Olly Sebut Laju Pertumbuhan Penduduk Ikut Terjadi di Sulut - Fajar Manado

Olly Sebut Laju Pertumbuhan Penduduk Ikut Terjadi di Sulut

Olly Sebut Laju Pertumbuhan Penduduk Ikut Terjadi di Sulut
Gubernur Olly Dondokambey SE memukul Tetengkoren ketika membuka Rakorda KKBPK Sulut Tahun 2018 di Manado, Rabu (14/3/2018) pagi, disaksikan Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, MPH, Ketua DPRD Sulut Andrey Angouw dan Ketua TP PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan.
Manado, Fajarmanado.com – Gubernur Olly Dondokambey SE menyebutkan bahwa laju pertumbuhan penduduk dunia, termasuk di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mengalami peningkatan setiap tahun.

“Setiap penduduk tentu berharap memiliki kehidupan berkualitas, apalagi melihat laju pertumbuhan penduduk yang setiap tahun mengalami peningkatan, dimana Indonesia menempati urutan ke empat setelah Cina, India dan Amerika serikat dalam jumlah penduduk terbanyak,” katanya.

Peningkatan laju pertumbuhan penduduk, lanjut dia, juga terjadi di Sulut. Bahkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Sulut sampai akhir tahun 2017 telah mencapai pada kisaran angka 2,46 juta jiwa.

“Peningkatan ini memerlukan pengaturan, pengendalian dan upaya pembangunan kependudukan melalui berbagai program kerja dan kebijakan strategis,” ujar gubernur pada Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Sulut Tahun 2018 di Manado, Rabu (14/3/2018) pagi.

Gubernur mengatakan, kuantitas dan kualitas penduduk adalah dua dimensi utama kependudukan yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu,  program KKBPK bersama dengan berbagai program lainnya, seperti kampung KB, harus dipastikan dapat dilaksanakan optimal dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah kabupaten dan kota.

“Program ini pasti berhasil jika semua pihak ikut bekerjasama. Karena ini memerlukan dukungan serta kerjasama dari stakeholders dan mitra kerja terkait,” tandasnya.

Olly kemudian menyatakan komitmen Pemprov Sulut untuk senantiasa terus memberikan perhatian lebih terhadap optimalisasi berbagai program dan kebijakan kependudukan yang berkaitan erat dengan ketersediaan sarana kesehatan dan pendidikan dan ketersediaan pangan dan energi.

“Kita akan mampu mensolusikan dan mengantisipasi berbagai permasalahan yang ada melalui kontribusi kita dalam upaya memperjuangkan keluarga bahagia, berkualitas dan sejahtera,” paparnya.

Menurut gubernur, dengan pembentukan dan pencapaian norma keluarga kecil, keluarga yang bahagia dan sejahtera, maka dapat mencukupi kebutuhan dasar yaitu sandang, pangan dan papan serta kebutuhan dasar lainnya seperti, pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak dalam keluarga.

Sementara itu, Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, MPH menjelaskan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) BKKBN adalah membangun manusia.

Tupoksi, lanjutnya, dilakukan tidak sekadar seremoni, tetapi harus sungguh-sungguh berjalan di lapangan yang diwujudkan dalam bentuk program Kampung KB yang saat ini seluruh kecamatan di Indonesia sudah ada Kampung KB.

“Kampung KB menjadi kafetaria yang melayani kebutuhan masyarakat dalam membangun dan merencanakan keluarga yang cocok untuk mereka. Menyasar ke tingkat individu, misalkan apa alat kontrasepsi yang cocok untuk mereka. Karena setiap individu tentu berbeda kebutuhannya,” paparnya.

Sigit mengatakan, pencapaian sasaran Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2015-2019) diantaranya menurunkan angka kelahiran total (total fertility rate) dari 2,6 menjadi 2,28 anak per wanita, meningkatkan pemakaian alat atau obat kontarsepsi (contraceptive prevalence rate) dari 61,9% menjadi 66,0%, dan menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terlayani (unmet need) dari 11, 4% jadi 9,91% pada 2019.

Sigit pun optimis melaui Rakorda yang mengintegrasikan seluruh sektor pembangunan di daerah, seluruh target tersebut dapat tercapai.

“Memang diperlukan upaya ekstra dari BKKBN dengan dukungan para pemangku kepentingan dan mitra kerja dalam pelaksana program KKBPK,” tambah Sigit.

Menariknya, Rakorda itu juga dirangkaikan dengan Pencanangan Gerakan Sulut Hebat melalui 20 ribu KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dan peninjauan stand Kampung KB oleh Gubernur Olly dan Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, MPH.

Acara tersebut terpantau turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrey Angouw,Ketua TP PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Kepala Disdukcapil dan KB Sulut, Dr. Bahagia Mokoagow, M.Kes dan Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Dra. Theodora Panjaitan, MSc

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan