Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Pakar : Bencana Adalah Kegagalan Pembangunan

Pakar : Bencana Adalah Kegagalan Pembangunan
Mercy Rampengan
Tondano, Fajarmanado.com – Dalam beberapa tahun terakhir ini, Kabupaten Minahasa sangat akrab dengan ancaman bencana alam. Faktor cuaca dan geologi sering disebut sebagai pemicu utama.

Namun, pakar sistem ekologi Universitas Negeri Manado (Unima) Mercy Rampengan SPi, MAppSc, PhD mengatakan, bencana bisa didefinisikan sebagai kegagalan pembangunan di suatu wilayah.

Menurutnya, bencana jangan hanya dilihat dari peristiwanya tapi harus kepada prosesnya. Karena itu, upaya preventif harus dikedepankan dalam menanggulangi bencana. “Karenanya, desain pembangunan harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah,” ujar Rampengan.

Lebih lanjut, lulusan S3 jurusan Socio Ecologycal System di James Cook University Australia ini mengatakan jika sejauh ini, pola pembangunan yang dilakukan pemerintah terkesan hanya menjadi tradisi saja dan lebih mengedepankan sisi bussiness as usual.

“Sesuai penelitian, proses pembangunan yang tidak sesuai dengan karakteristik wilayah gampang memicu terjadinya bencana. Makanya bencana seharusnya dilihat dari prosesnya sehingga bisa diantisipasi sebelum terjadi,” jelas Rampengan.

Rampengan mencontohkan desain pembangunan Australia yang bisa dibilang aneh. Karena ada gedung yang sengaja mengosongkan salah satu lantai. Supaya ketika terjadi banjir, tidak akan mengganggu aktifitas kerja.

Khusus wilayah Minahasa, Rampengan menilai jika penyebab utama bencana karena struktur tanah yang jenuh. Sehingga saat intensitas curah hujan tinggi, tanah mudah terlepas dan mengakibatkan longsor.

Selain itu proyek cuttingan tanah yang tidak melihat sisi kemiringan mengakibatkan longsor mudah terjadi. “Solusinya yaitu harus ada perencanaan dari pemerintah dalam pembangunan infrastruktur sesuai pemetaan wilayah rawan bencana. Yang sejauh ini terjadi yaitu infrastruktur dibangun setelah terjadinya bencana,” terangnya.

Tak hanya pemerintah, upaya penanggulangan bencana juga harus dilakukan masyarakat. Malah Rampengan menilai, kekompakan masyarakat dalam usaha penanggulangan bencana dilingkungan masing-masing akan lebih efektif.

“Intinya bencana bisa dicegah selama ada kesadaran dari semua pihak. Termasuk masyarakat yang harus lebih mencintai alam,” pungkas Rampengan.

Penulis : Fiser Wakulu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan