Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Pekerja Pers Wajib Dapat THR 7 Hari Sebelum Natal

Pekerja Pers Wajib Dapat THR 7 Hari Sebelum Natal
Ketua SPLM Sulut, Fransiskus Tolokon S.Fils
Tondano, Fajarmanado.com — Para pekerja pers atau wartawan berhak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) Natal 2017. Apalagi pemberian THR telah diatur dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja RI.

“Tunjangan tersebut merupakan kewajiban yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan,” tandas Ketua SPLM Sulut, Fransiskus Tolokon SFils di Tondano, Kamis, (07/12/2017) tadi.

Tolokon mengatakan, Peraturan Menteri Tenagakerja (Permenaker) Nomor 6 tersebut wajib dipatuhi semua perusahaan yang memperkerjakan orang, termasuk perusahaan pers ikut berkewajiban merealisasi tunjangan kepada karyawan maupun wartawannya.

“THR merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan, termasuk perayaan Natal 2017 yang tinggal menghitung hari. Tunjangan ini wajib disalurkan kepada karyawan yang berhak selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya. Kalau Natal, berarti jatuh pada 18 Desember,” ungkapnya.

Dalam Permenaker 6/2016, pekerja yang berhak mendapatkan THR adalah yang sudah memiliki masa kerja 1 bulan ke atas dengan hitungan proporsional.
Cara menghitung besaran THR, mengacu pada regulasi pemerintah, pertama pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan upah.

Kedua, pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan masa kerja dikalikan 1 bulan gaji dibahagi 12.

“Upah 1 bulan yang dimaksud itu terdiri atas komponen upah bersih atau upah pokok termasuk tunjangan tetap,” jelas Fransiskus.

Pekerja media pun diajak untuk melaporkan ke Disnaker jika ada perusahaan yang tak menyalurkan THR bagi yang berhak. Dan, SPLM pun siap memberikan pendampingan jika ada yang melapor.

“Jangan takut melapor karena THR hak pekerja. Karena jika perusahaan mengabaikan maka akan ada sanksinya,” tambahnya.

Penulis : Fiser Wakulu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan