Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Pemkot Tomohon Lakukan Pelatihan Bagi Pendamping Korban KDRT

Pemkot Tomohon Lakukan Pelatihan Bagi Pendamping Korban KDRT
Suasana pelatihan bagi pelatih (Training of Trainer) SDM Pelayanan dan Pendampingan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dilaksanakan Dinas P3A Kota Tomohon di Aula Tulip INN, Senin (04/12/2017).
Tomohon, Fajarmanado.com — Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kota Tomohon menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Bagi Pelatih (Training of Trainer) SDM Pelayanan dan Pendampingan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilaksanakan di Aula Tulip INN, Senin (04/12/2017).

Kegiatan yang dilaksanakan 2 hari, 4-5 Desember 2017 di Tulip Inn Hotel ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Tomohon dr. Olga Karinda, MKes, dihadiri oleh Narasumber Kapolres Tomohon AKBP. I Ketut Agus Kusmayadi, SIK dan Sonny Thios Brant dari Yayasan Pelita Kasih, serta para peserta dari kalangan pengurus P2TP2A, Kader Kecamatan/Kelurahan, Tenaga Medis Puskesmas dan Forum Anak Daerah.

Kepala Dinas P3A Kota Tomohon dr. Olga Karinda, MKes, menjelaskan bahwa kegiatan Training of Trainer SDM Pelayanan dan Pendampingan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini dimaksudkan untuk melatih para pelatih pendamping dan pelayanan guna menjadi tenaga pelatih pelayanan dan pendamping terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga, meningkatkan pemahaman dan memudahkan pelatih dalam menyelenggarakan pelayanan bagi korban KDRT.

Tujuan kegiatan ini , lanjut dia, adalah untuk meningkatkan pemahaman dan memudahkan tenaga pelayanan dan pendamping dalam penyelenggaraan dan pemberian pelayanan pendampingan bagi korban KDRT sesuai dengan prosedur standar operasional yang telah ditetapkan.

“Jadi dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan tersedianya layanan terpadu bagi korban KDRT di Kota Tomohon dan terjadinya koordinasi yang lebih baik antara petugas pelaksana PPT atau penyedia pelayanan saksi dan atau korban lainnya yang meliputi pelayanan identifikasi, pelayanan rehabilitasi kesehatan, pelayanan sosial, pelayanan pemulangan, pelayanan terintegrasi sosial dan bantuan hukum, serta untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya korban KDRT melalui langkah-langkah proaktif,” pungkas Karinda.

Penulis : Prokla Mambo

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan