Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Perjuangkan Nasib Honda K2, Komisi I DPRD Minut Gelar Hearing Dengan BKPP

Perjuangkan Nasib Honda K2, Komisi I DPRD Minut Gelar Hearing Dengan BKPP
Ketua Komisi I DPRD Minut Stendy Rondonuwu ketika memimpin Hearing dengan BKPP bersama 158 Honda K-2 di Kantor DPRD Minut, Senin (5/3/2018).
Airmadidi, Fajarmanado.com – Komisi I DPRD Minahasa Utara (Minut) menggelar hearing dengan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) bersama 158 Honorer Daerah Kategori 2 (Honda K2) di ruang rapat paripurna DPRD Minut, Senin (5/3/2018). Dalam hearing tersebut komisi I meminta transparansi BKPP soal nasib Honda K2.

Ketua komisi I DPRD Minut, Stendy Rondonuwu dalam hearing tersebut meminta pihak BKPP untuk transparan dalam memberikan penjelasan kepada Honda K2 soal peluang untuk menjadi ASN. Ini dimaksudkan agar para Honda K2 mendapat kepastian masih bisa diakomodir menjadi ASN atau tidak.

“Jangan hanya diberikan janji palsu yang pada ujungnya para honda dijadikan mesin ATM oknum tertentu dengan alasan akan diperjuangkan menjadi ASN. Saat ini BKPP harus menunjukan daftar 158 ASN yang diusulkan ke BKN waktu lalu.”terang Rondomuwu.

Politisi partai Demokrat ini menegaskan, BKPP harus transparan soal daftar 158 Honda K2 yang diusulkan ke BKN waktu lalu. Sebab bisa jadi sikap tertutup BKPP tersebut dapat menimbulkan kecurigaan sejumlah Honda K2. Jika memang daftarnya ada, harus disampaikan kepada seluruh Honda K2 agar menjadi pegangan dan bukti jika nama mereka ada dalam daftar yang diusulkan ke BKN.

Senada dikatakan anggota komisi I DPRD Minut, Lucky Kiolol menurutnya persoalan Honda K2 harus disikapi serius karena ada transaksi dibalik pengangkatan Honda K2 menjadi ASN. Momentum ini dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan para Honda K2 sebagai mesin ATM dengan iming-iming akan diperjuangkan menjadi ASN. Dan bahkan ada Honda yang diangkat menjadi ASN waktu lalu, disinyalir banyak yang menyetorkan sejumlah uang kepada oknum yang mengurus pengangkatan Honda.

“Persoalan Honda K2 ini ada transaksi uang yang mengalir ke kantong oknum tertentu, untuk itu kami akan terus mengawal dan berkonsultasi langsung dengan BKN dan Kemenpan RB untuk memastikan apakah para Honda K2 masih berpeluang atau tidak untuk diangkat menjadi ASN. Ini juga untuk memutus matarantai transaksi terselubung dibalik pengangkatan Honda K2 ini.”Tegas Kiolol.

Sementara pihak BKPP yang dihadiri Donald Tintingon Kabid perencanaan dan pembinaan menuturkan, daftar nama 158 Honda K2 yang diusulkan ke BKN masih tersimpan di BKPP. Ia juga mengakui jika sampai saat ini belum ada petunjuk soal pengangkatan Honda K2 menjadi ASN karena adanya moratorium pengangkatan ASN. Namun pihaknya bersedia untuk memberikan data dan informasi soal data dan daftar Honda K2 tersebut.

“Daftar 158 Honda K2 yang diusulkan waktu lalau, datanya ada di BKPP dan masih kami simpan. Dan kami sangat terbuka untuk Honda K2 yang membutuhkan data dan informasi soal Honda K2 yang kami usulkan ke BKN waktu lalu.”kata Tintingon.

Salah satu Honda K2, Noldy Torar dalam hearing tersebut memberikan apreseasi kepada komisi I DPRD Minut yang hingga saat ini selalu komit dalam memperjuangkan aspirasi para Honda K2. Ia berharap perjuangan DPRD Minut ini akan membuahkan hasil sehingga para Honda K2 yang telah mengabdi 10 tahun lebih ini bisa diakomodir menjadi ASN.

“Kami sangat mengapreseasi langkah komisi I DPRD yang akan melibatkan kami untuk melakukan konsultasi ke BKN dan kemenpan RB dalam waktu dekat. Kami berharap upaya ini akan memberikan kepastian dan dapat membuahkan hasil yang positif.”kata Torar.

 

Penulis : Joel Polutu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan