Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Petani Cengkih dan Kelapa Tuntut Keadilan Pemkab Minahasa

Petani Cengkih dan Kelapa Tuntut Keadilan Pemkab Minahasa
Petani cengkih di wilayah Lembean Timur yang sedang merawat tanamanya. Foto: Fiser Wakulu
Tondano, Fajarmanado.com – Petani cengkih dan kelapa di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) menuntut keadilan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat karena tidak mendapat bantuan bibit.

“Kami mendengar, para petani palawija, padi sawah dan hortikultura, peternak ikan, baik air asin, tawar dan payau mendapat bantuan benih atau bibit dari pemerintah. Tapi kami petani kelapa dan cengkih, tidak ada lagi bantuan samasekali,” ujar Frits Tambariki, petani cengkih di wilayah Kecamatan Lembean Timur.

Ia memahami pemerintah memrioritaskan bantuan untuk petani padi sawah, palawija, hortikultura dan peternak ikan untuk mewujudkan program swasembada pangan, selain untuk meningkatkan ekonomi petani.

“Dalam hal meningkatkan ekonomi, tentu kami petani cengkih dan kelapa butuh dukungan dan bantuan dalam rangka membudidayakan tanaman perkebunan kami, minimal berupa bibit dan pupuk untuk peremajaan,” katanya.

Tambariki mengaku bangga dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro. Petani pala di daerah kepulauan ini, katanya, tetap mengalokasikan dana bantuan bibit pala. Disamping untuk membantu meringankan biaya petani pala, juga dalam rangka mempertahankan daerah itu sebagai produsen pala terbesar di Provinsi Sulut.

“Saya punya banyak kenalan di sana. Mereka bilang, setiap tahun pemerintah kabupaten Sitaro menyediakan dan memberikan bantuan bibit pala kepada petani untuk peremajaan agar petani tetap produktif,” ujarnya.

Tambariki mengatakan, Pemkab Minahasa sepantasnya bersikap sama. “Kan komoditi andalah kita (Minahasa) adalah kelapa dan cengkih. Jadi memang sudah sewajarnya kalau pemerintah menganggarkan pengadaan bibit untuk disalurkan kepada kami sebagai petani,” paparnya.

“Saya rasa, bantuan seperti ini yang lebih baik daripada bantuan dalam bentuk uang,” sambung Tambariki.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Ir Suhban Torar saat ditanyai terkait keinginan petani tersebut mengungkapkan bahwa untuk tahun ini, pihaknya tidak mengusulkan anggaran pengadaan bibit kelapa dan cengkih.

Penyaluran bibit ke dua komodoti perkebunan andalan Sulut untuk petani tersebut, katanya, sudah ditangani Pemerintah Provinsi Sulut.

“Tahun ini kami di Kabupaten tidak ada bantuan bibit. Itu ditangani oleh Pemprov Sulut. Beberapa waktu lalu Pemprov Sulut sudah menyalurkan bibit kelapa dan cengkeh. Dan itu diberikan langsung Wakil Gubernur Drs Steven Kandow,” ujar Torar.

(fis)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan