Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Proses Penguburan Kerangka Manusia Dikawal Langsung Oleh Pihak Kepolisian dan Perangkat Desa Watuliney - Fajar Manado

Proses Penguburan Kerangka Manusia Dikawal Langsung Oleh Pihak Kepolisian dan Perangkat Desa Watuliney

Proses Penguburan Kerangka Manusia Dikawal Langsung Oleh Pihak Kepolisian dan Perangkat Desa Watuliney
Ratahan,Fajarmanado.com — Warga yang ada di desa watuliney harus berterima kasih kepada hukum tua Max Manampiring karena lahannya diberikan untuk menguburkan rangka manusia yang di temukan di lokasi negeri lama desa watuliney kecamatan Belang.

Hukum Tua Desa watuliney kecamatan Belang Max Manampiring mengatakan saya berikan lahan saya untuk menguburkan rangka manusia yang di temukan wilayah desa watuliney.

” Ini bagian dari pemberian untuk mengabdi kepada masyarakat desa watuliney,” kata Manampiring.

Lebih Lanjut Manampiring mengatakan sebenarnya kerangka manusia yang ditemukan akan dikuburkan dipemakaman umum di desa watuliney tetapi ada beberapa masyarakat desa watuliney tidak mengijinkan untuk dimakamkan.

” lahan milik saya, saya berikan untuk menguburkan kerangka manusia yang di temukan dilokasi negeri lamet wilayah desa watuliney kecamatan Belang,” kata Manampiring.

Manampiring juga menambahkan proses penguburan kerangka manusia disaksikan langsung oleh pihak kepolisian dan Perangkat desa watuliney.

“Proses penguburan kerangka manusia dikawal langsung oleh pihak kepolisian yakni pihak polsek belang dan Perangkat desa watuliney,” Tambah Manampiring.

Baca Juga :  Jantje 'Potong' Kakak Kandung Hanya Karena Batas Tanah

Seperti diketahui Kasus penemuan kerangka manusia di Desa Watuliney Minggu (29/7) 2018 sekitar Pukul 18.00 Wita ,menurut saksi di TKP Ibu Oly Manolimey (50) warga Watuliney Induk, ternyata kerangka tersebut menurutnyà masih baru di lokasi tersebut dan diduga untuk melaksanakan ritual pemujaan setan hal itu baru diketahuinya pada hari Jumat (27/7/2018) lalu.

Hal ini menurut keterangannya kepada Fajarmanado.com, bahwa sejak dirinya tinggal disekitar lokasi tersebut, dirinya tidak pernah melihat hal tersebut sebelum ditemukannya sekitar pekan lalu.

“Tanah ini memang milik mantan anggota dekab Mitra Dirk Tolu dan kami hanya sering kesini mengambil sayur namun tidak mengetahui kalau ada hal seperti ini disini ,”ujar Monolimay yang mengaku sudah 20 tahun tinggal diwilayah itu.

Sementara penemuan kerangka tersebut memang menurutnya saat dilihatnya pada hari Jumat akhir pekan lalu, bahwa dilokasi itu sengaja ditutupi oleh semak-semak dan dedaunan untuk menutupi apa yang ada di lokasi itu.

Baca Juga :  TPA Tebar Bau Busuk, Beginilah Sikap Para Pejabat Dinas LH Mitra

“Saya sempat menerobos masuk dan melihat didalamnya ada seperangkat alat sembahyang berupa dupa dan seperangkat alat sembahyang lainnya namaun hanya melihat kain putih terbungkus namun saya tidak sempat melihat apa isinya,” ujàr Monolimay.

Karena takut akan hal tersebut, dirinya hanya diam saja tanpa memberitahukan hal ini kepada orang lain termasuk suaminya hingga lokasi ini diketahui orang lain karena takut alasannya.

Kapolsek Belang AKP Budi S. Mantoyo menyatakan bahwa tim identifikasi sudah turun ke lapangan dan mengumpulkan barang bukti serta mengambil keterangan beberapa saksi di TKP.

”Hingga saat ini kami belum memperoleh motif serta modus apa sehingga beberapa warga melakukan hal ini,” ujar Mantoyo.

Ditambahkannya, jika ada informasi warga yang merasa kuburàn keluarganya dibongkar harap melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Penulis : Didi Gara

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan