Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Tria Divinity Malengsang Putri Sulamit ‘Berarti Lewat Hati’

Tria Divinity Malengsang Putri Sulamit ‘Berarti Lewat Hati’

Manado, Fajarmanado.com – Tria Divinity Malengsang Putri Sulamit asal Provinsi Sulawesi Utara, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia pendidikan khususnya anak-anak. Didorong spirit ‘Berarti Lewat Hati’, Tria (21) yang saat ini sementara menmpuh pendidikan S1 di Universitas Sam Ratulangi jurusan Sastra Inggris, membuka ‘Pasar Pustaka’ di Pasar Karombasan Kota Manado.

“Hati saya tergerak melihat anak-anak usia sekolah di Pasar Karombasan sesudah pulang sekolah mereka hanya bermain, bahkan ada yang membantu orang tua untuk berjualan. Lalu saya coba berpikir bagaimana jika waktu mereka (sesudah pulang sekolah) dipergunakan untuk belajar. Oleh karena dorongan dari hati untuk membantu menumbuhkkembangkan minat baca anak-anak, maka saya berupaya lewat bantuan berbagai pihak menyediakan buku bagi anak-anak di ‘Pasar Pustaka’, sampai saat ini jumlah buku sekitar 600 buah,” ungkap Tria, Putri Talaud (Papa pensiunan Tentara dan Mama Guru), Kamis (12/10).

Ia melanjutkan, dalam World Education Ranking, Indonesia menempati urutan ke-57 dari 65 negara dalam hal pendidikan. Peringkat tersebut menentukan negara mana yang terbaik dalam hal membaca, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan. Berdasarkan data  Education for All (EFO) yang dikeluarkan oleh UNESCO, Indonesia menempati urutan ke-69 dari 127 negara. Ini yang menjadi inspirasi Tria untuk berpartisipasi dalam dunia pendidikan lewat program ‘Pasar Pustaka’.

“Saat ini anak-anak yang mengikuti kelas di ‘Pasar Pustaka’ ada 30 murid (SD dan SMP). Mereka (rata-rata anak-anak para pedagang yang berjualan di Pasar Karombasan) diajar bahasa Inggris dan pelajaran lainnya,” katanya.

Yohana Limarno (berdiri/Kaos Putih) Founder Program Putri Sulamit, Tria Divinity Malengsang (berdiri/Kaos Merah) Putri Sulamit dari Sulut bersama 30 murid di Pasar Pustaka

Sementara itu, Yohana Limarno, Founder program Putri Sulamit kepada awak media menjelaskan, bahwa pemilihan Putri Sulamit yang terinspirasi dari cerita Klasik tentang seorang Wanita biasa tetapi memiliki mimpi yang kuar biasa, dilakukan bukan dengan cara mendaftar. Akan tetapi ada tim yang turun ke lapangan untuk mencari wanita Indonesia yang memiliki mimpi besar. Sekalipun mereka adalah wanita biasa, tetapi punya mimpi besar untuk memberikan yang terbaik bagi banyak orang.

“Proses pemilihan Putri Sulamit tidak seperti pemilihan putri Indonesia atau putri lainnya, tetapi ada tim yang turun langsung untuk melihat dan mengambil data wanita biasa tapi mempunyai mimpi besar. Kami berusaha untuk mewujudkan mimpi mereka. Program Putri Sulamit memliki Visi dan Misi untuk mewujudkan mimpi wanita Indonesia yang berguna bagi masyarakat dan menjadi inspirasi wanita Indonesia lainnya dengan slogan ‘Berarti Lewat Hati’,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk saat ini Putri Sulamit di Indonesia ada 7. Mereka semua dibina dan didiidk untuk memiliki hati yang mulia dalam training. Program bagi 7 Putri Sulamit selama 3 tahun, setiap minggu dihubungi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dilapangan. Dan setiap 3 bulan sekali mereka diundang ke Jakarta untuk training. (Jones Mamitoho)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan