Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Raih 4 Perak, Ambisi Indonesia Senior Kandas di Tangan China

Raih 4 Perak, Ambisi Indonesia Senior Kandas di Tangan China
Ambisi Indonesia untuk meraih medali emas di senior team pada Asia Pacific Bridge Federation (APBF) Senior Cup pada 51st Asia Pacific Bridge Championships 2017 akhirnya kandas di tangan China, di Seoul, Korsel, Senin (05/06/2017). Inilah tim ledies Indonesia yang meraih medali perak. Tiga diantaranya, berasal dari Minahasa.
AMBISI Indonesia untuk meraih medali emas di senior team  pada Asia Pacific Bridge Federation (APBF) Senior Cup pada 51st Asia Pacific Bridge Championships 2017 akhirnya kandas di tangan China.

Meski berhasil meraih 4 medali perak, namun di ajang pamungkas Asia Pacific Bridge Federation (APBF) Senior yang digelar di Hotel Riviera, Seoul, Korea Selatan, Senin (05/06/2017), hari ini, Hengky Lasut/Eddy Manoppo dan kawan-kawan gagal melawan rival utamanya, China.

Tim Indonesia yang diperkuat oleh pasangan terbaik Indonesia, Henky Lasut/Eddy Manoppo, Bambang Hartono/Bert Toar Polii dan Tanudjan Sugiarto/Apin Nurhalim tak mampu mengejar nilai tim China.

Pasalnya, hasil pertandingan yang disiarkan ke seluruh dunia melalui Bridge Base Online itu, berakhir draw sehingga harus puas meraih medali perak. Sedangkan medali perunggu digondol tim China Hongkong.

Selanjutnya besok akan dipertandingkan babak play-off antara Indonesia melawan China Hongkong dan Jepang akan berhadapan dengan Chinesse Taipei. Jika Indonesia menang maka otomatis akan mewakili Zone VI menemani China yang telah lolos karena keluar sebagai juara di Kejuaraan Dunia Senior Boel di Lyon, Perancis pada tanggal 12-26 Agustus 2017.

Jika Indonesia kalah masih ada peluang lolos karena di hari terakhir akan berhadapan dengan pemenang dari Jepang melawan Chinese Taipei.

Hasil selengkapnya :

1 China                               394.03

2 DJARUM ICBA                384.45

3 China Hong Kong 1     370.24

4 India                               369.69

5 Japan 1                         367.40

6 Australia 1                     341.36

7 Chinese Taipei 1            323.51

8 Australia 2                        312.62

9 China Hong Kong 2        278.62

10 Thailand                         274.21

11 Chinese Taipei 2           260.51

12 Japan 2                         254.45 2.00

13 Singapore                     250.69

14 Korea 1                          227.79

15 BHINEKA ICBA             223.47 5.00

16 Korea 2                         157.96

 

OPEN TEAM RAIH PERAK

Sebagai pengamat hanya saya yang begitu berani menulis, open team berpeluang meraih medali emas di event ini diantara yang begitu banyak yang pesimis dengan tim ini. Buat yang membaca tulisan saya sebelum keberangkatan pasti ingat ini.

Sayangnya karena rencana try-out ke Dhaka Bangladesh batal sehingga tim ini tidak sempat merasakan uji coba dan akhirnya menjadikan hari-hari awal turnamen ini sebagai sarana berlatih.

Memang agak terlambat mereka bangkit sehingga gagal menyusul ke peringkat satu kalah dari China.

Tim yang diperkuat Denny Sacul/Franky Karwur, Robert Tobing/Taufik Asbi dan Bill Mondigir/Giovani Watulingas akhirnya harus puas meraih medali perak.

Medali perunggu diraih Chinese Taipei.

Besok Indonesia akan berhadapan dengan Chinesse Taipei untuk memilih satu wakil Zone VI yang bakal ikut ke Kejuaraan Dunia Bermuda Bowl di Lyon, Perancis bulan Agustus mendatang. Di meja lain akan berhadapan Jepang melawan Singapura. Indonesia open dan Senior memperoleh dua kali peluang untuk lolos, demikian juga dengan Ladies Team

1 China                  376.69

2 Indonesia            368.13

3 Taipei                  367.78

4 New Zealand        364.24

5 India                   358.60

6 Japan                  357.82

7 Australia              345.30

8 Singapore            337.88

9 China Hong Kong 305.51

10 Malaysia            289.34

11 Korea 1             280.93

12 Thailand            265.70

13 China Macau       241.63

14 Korea 2             166.12 2.00

15 Kuwait               128.33

Ladies Class

Ladies Raih Medali Perak.

China keluar sebagai juara dan Indonesia meraih medali perak sesuai target yang ditetapkan.

Tim Indonesia diperkuat Lusje Bojoh/Joice Tueje, Kristina Wahyu Murniati/Suci Amita Dewi dan Rury Andhani/Conny E Sumapouw besok akan berhadapan dengan Chinese Taipei yang meraih perunggu untuk memilih satu wakil Zone VI di Kejuaraan Dunia Venice Cup di Lyon, Perancis.

Satu wakil lagi akan ditentukan antara pemenang Jepang melawan Thailand melawan regu yang kalah antara Indonesia vs Chinesse Taipei.

China 344.94, Indonesia 284.10, Taipei 282.28, Australia 280.26, Hong Kong

234.50, Thailand 222.50, New Zealand 222. Japan 216.08, Korea 1 162.77, India 156.39, Singapore 147.25, dan Korea 2 86.78.

Class Girls

CHINA JUARA dan INDONESIA RAIH PERAK DI GIRLS

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, Indonesia Girls yang diperkuat Elsya Ningtias/Fortina Mora Sibuea, Villa Rosa/Yessi Grasella dan Monica A Triana/Fransisca F Martanti meraih medali perak sekaligus lolos mewakili Zone VI di Kejuaraan Dunia Junior yang akan berlangsung tanggal 12-118 Agustus 2018 di China.

China 234.93, Indonesia 203.80, Hong Kong 150.57, Australia 147.02, Taipei 1 133.83, Taipei 2 105.87, dan Thailand 31.98

Class Junior

 

Junior Lolos

Tim Junior Indonesia yang diperkuat Ali Akbar/Mohammad Hasyimi, Andy Pramana/Restu Narendra dan Healtho B Argario/Zulfikar AP beruntung karena walaupun hanya berakhir diperingkat 6 tapi mereka lolos ke Kejuaraan Dunia Junior tahun 2018.

Itu terjadi karena China sebagai tuan rumah otomatis lolos dan dari Zone VI mendapat jatah 4 negara yang lolos.

China meraih medali emas, Singapura medali perak dan Chinese Taipei meraih medali perunggu.

Rank Team VPs Pen

China 395.46, Singapore 368.18, Taipei 324.37, Hong Kong 308.03, Australia

293.36, Indonesia

287.74, Japan 270.97, Korea 218.30, Philippines 147.48, dan Thailand 83.11.

Sayang sekali tim youngster gagal lolos sehingga sampai hari ini hanya mereka yang gagal memenuhi target. Ini suatu pertanda bahwa kita belum mampu memanfaatkan kuantitas pemain muda yang meningkat tajam. Perlu dibuat program terpadu kedepan agar kedepan segi kualitas.

Oleh   : Bert Toar Polii

Editor : Rudy Prancis

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan