Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Ratusan Warga Nusa Utara Ramaikan Perayaan Tulude di Desa Likupang Satu - Fajar Manado

Ratusan Warga Nusa Utara Ramaikan Perayaan Tulude di Desa Likupang Satu

Ratusan Warga Nusa Utara Ramaikan Perayaan Tulude di Desa Likupang Satu
Tokoh ada Nusa Utara, Forgam Lumele saat melakukan pemotongan kue Tamo
Airmadidi, Fajarmanado.com – Perayaan pesta adat Tulude di desa Likupang Satu kecamatan Likupang Timur berlangsung meriah. Ratusan warga Nusa Utara nampak antusias mengikuti perayaan adat tahunan tersebut yang dilaksanakan di lapangan kampung Kijang, Jumat (2/1/2018).

Tokoh adat Nusa Utara, Forgam Lumele mengatakan, Tulude merupakan upacara adat sekaligus pesta rakyat yang menghadirkan tamu-tamu kehormatan yang biasanya merupakan pejabat atau tokoh masyarakat yang berjasa bagi daerah, serta masyarakat umum. Salah satu bagian penting dalam upacara adat Tulude adalah pemotongan Kue Tamo.

“Pemotongan dan pembagian Kue Tamo ini memiliki makna mendalam, diantaranya sebagai bentuk penghargaan dan kebersamaan. Untuk prosesi Kue Tamo – mulai dari cara membawa, memotong dan membaginya memiliki tatacara sendiri yang unik.” kata Lumele.

Ia menjelaskan, upacara adat Tulude diselenggarakan sebagai bentuk pernyataan syukur atas perlindungan Tuhan Semesta Alam (I Ghenggona Langi) pada tahun yang sudah berlalu, permohonan berkat dan kesuksesan untuk tahun baru yang sedang dijalani, serta permintaan agar dijauhkan dari penyakit, bencana dan perselisihan ditengah masyarakat.

Sementara hukum tua desa Likupang Satu, Elfianus Mantiri, memberikan apreseasi kepada seluruh warga Nusa Utara yang berada di desa Likupang Satu yang tetap konsisten melestarikan budaya Nusa Utara ditanah Minahasa. Bahkan berkat konsistensi warga Nusa Utara ini, pesta adat Tulude telah masuk dalam agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

“Saya sebagai orang Minahasa sangat salut dengan warga Nusa Utara yang mampu melestarikan budayanya di tanah orang, hal ini belum tentu bisa dilakukan warga Minahasa yang berada dirantau. Padahal Minahasa juga kaya akan budaya dan adat istiadatnya.”terang Mantiri.

Selaku hukum tua sekaligus pemangku adat di desa Likupang Satu, Mantiri menegaskan bahwa tidak ada prilaku diskriminatif di desa Likupang, setiap warga diperlakukan sama dan adil tanpa memandang suku dan latar belakang budaya. Untuk itu ia menghimbau kepada seluruh warga Nusa Utara untuk terus berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah desa dan kabupaten serta selalu menjaga Kamtibmas agar kerukunan dan kekeluargaan yang saat ini telah tercipta dengan baik, akan terus terjaga.

Usai pelaksanaan pesta adat Tulude, dilanjutkan dengan hiburan tarian dan seni khas daerah, seperti tari pato-pato, empat wayer dan masamper. Acara ini juga turut dihadiri Sekwan DPRD Minut, dr. Harly Sompotan M.Kes, Kabag Kesekertariatan DPRD Minut, George Sekeon SE, Danramil Likupang Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat desa Likupang Satu.

Penulis. : Joel Polutu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan