Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Rekrutmen CPNS 2018 Segera Dibuka, Ini Website Resmi dan Syarat Dokumen Pelamar - Fajar Manado

Rekrutmen CPNS 2018 Segera Dibuka, Ini Website Resmi dan Syarat Dokumen Pelamar

Rekrutmen CPNS 2018 Segera Dibuka, Ini Website Resmi dan Syarat Dokumen Pelamar
Ilustrasi Tes CPNS
Jakarta, Fajarmanado.com — Tahap pendaftaran CPNS 2018 tinggal menghitung hari. MenPAN RB Asman Abnur, pekan lalu, kembali menyebut akan  dibuka akhir Juli ini. Berarti, paling lambat pekan depan.

Bagi yang berniat menjadi abdi negara melalui Aparatur Sipil Negara (ASN) agar selalu memantau website resmi CPNS 2018, yakni sscn.bkn.go.id

Kini pelamar harus bersiap-siap. Setelah pengumuman pendaftaran CPNS 2018 disampaikan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (kemenpan RB), pelamar yang mendaftar harus melengkapi dokumen di website www.sscn.bkn.go.id.

Mulai sekarang, upadate terus pengumuman terkait pendaftaran dan penerimaan (CPNS) 2018 ini. Sekali lagi ingat selalu memantau website resmi pendaftaran www.sscn.bkn.go.id. yang adalah satu-satunya website resmi khusus pendaftaran CPNS 2018.

Website Resmi BKN dan Kemepan RB

Untuk mendapatkan informasi terkini pendaftaran di sscn.bkn.go.id, calon pelamar juga harus memantau perkembangan terkini penerimaan CPNS 2018 melalui website dan  media sosial resmi Kemenpan RB dan BKN.

5 Media Resmi Kemenpan RB

Bagi Anda yang menunggu informasi pendaftaran seleksi CPNS 2018, juga wajib memantau terus website resmi dari Kemenpan RB mengenai kapan pengumuman dilaksanakan.

Dilansir dari Tribun-timur.com, berikut lima akun resmi Kemenpan RB:

1. Website: www.menpan.go.id

2. Facebook Kemenpan RB

3. Twitter Kemenpan RB

4. Instagram Kemenpan RB

5. Youtube Kemenpan RB

Bagi Anda yang serius mempersiapkan diri mendaftar CPNS 2018 mendatang, sebaiknya mengikuti atau follow akun resmi Kemenpan RB supaya informasi pengumuman pendaftaran CPNS 2018 tidak dilewatkan.

Sambil menunggu pengumuman pendaftaran, sebaiknya calon pelamar mempersiapkan sejumlah dokumen yang diperlukan.

Melansir dari laman resmi KemenPAN-RB, pada 22 Mei 2018 lalu, disebutkan, KemenPAN-RB memfokuskan formasi CPNS tahun ini untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis demi mendukung pembangunan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan.

Ini 5 Website dan Akun Resmi BKN

Selain KemenPAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga menyediakan website dan BKN. Menurut Kepala Biro (Karo) BKN Mohammad Ridwan, informasi resmi penerimaan CPNS hanya berasal dari laman atau kanal informasi Kemenpan-RB dan BKN.

Untuk BKN telah disediakan berbagai kanal informasi yaitu:

1. Website

www.bkn.go.id

2. Twitter

twitter.com/BKNgoid

3. Facebook

facebook.com/BKNgoid

4. Instagram

instagram.com/BKNgoidOfficial

5. Youtube

youtube.com/c/BKNgoidOfficial

Agar tidak salah, pastikan informasi yang Anda peroleh mengenai pendaftaran CPNS 2018 dari dua sumber; Kemenpan RB dan BKN.

Siaran Pers yang sempat dirilis BKN selaku koordinator pelaksana seleksi nasional memaparkan beberapa kendala yang dihadapi pelamar CPNS TA 2017 dan antisipasi agar permasalahan serupa tidak terjadi.

Kendala-kendala tersebut merupakan rekapitulasi Tim Helpdesk CPNS 2017 yang disediakan BKN selama perhelatan CPNS tahun lalu berlangsung.

Beberapa permasalahan tersebut di antaranya yakni:

1) Nomor Indentitas Kependudukan (NIK)/Kartu Keluarga (KK) tidak ditemukan.

Mengantisipasi masalah ini, pelamar harus memastikan NIK dan KK yang akan digunakan pada saat pendaftaran online lewat https://sscn.bkn.go.id terdaftar dan update dalam database Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil di pusat;

2) Salah memasukkan data.

Dari rekapitulasi pengaduan yang diterima Tim Helpdesk BKN, permasalahan ini disebabkan karena pelamar tidak mencermati dengan teliti fitur-fitur yang terdapat portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) dan tata cara pengisian kolom di dalamnya sehingga mengisi data yang tidak sesuai dengan apa yang diminta.

Selain itu, kebanyakan pelamar terburu-buru melakukan pendaftaran, sebelum memastikan kembali kebenaran data yang diinput, padahal kesalahan input data tidak bisa diperbaiki;

3) Salah menginput dokumen pendaftaran.

Hal ini juga menjadi permasalahan yang banyak dialami pelamar.

Cenderung tidak mencermati syarat/kualifikasi dan dokumen yang  diminta menjadi awal terjadinya kesalahan input dokumen persyaratan.

Mengantisipasi itu, Pelamar diminta memahami betul kualifikasi, syarat dan alur/mekanisme
pendaftaran.

Penerimaan CPNS 2018 adalah gelombang ketiga setelah tahun lalu.

Tahun ini penerimaan khusus untuk daerah atau kabupaten/kota.

Berapa total formasi yang dibutuhkan, BKN dan Kemenpan RB belum mengumumkan.

Namun Menpan Asman Abrar menyampaikan penerimaan CPNS khusus formasi guru akan menyedot kuota terbesar.

Bagi pelamar, seharusnya seluruh dokumen yang dibutuhkan sudah siap.

Pendaftaran CPNS 2018 gelombang ketiga ini lebih banyak untuk formasi daerah, terbanyak adalah tenaga pendidik.

BKN memastikan pemerintah akan merekrut tenaga pendidik sebanyak 100 ribu orang pada penerimaan CPNS 2018 untuk engganti banyaknya guru yang pensiun hingga tahun ini.

Kondisi itu sama dengan ASN lain yang akan pensiun mencapai angka 200 ribu orang.

Selain guru, pemerintah juga membutuhkan banyak tenaga kesehatan.

Berbeda dari penerimaan CPNS sebelumnya, tahun ini prosesnya dilakukam secara terintregasi di pemerintah pusat.

BKN sebagai perwakilan pemerintah yang mengelola proses tersebut.

Nantinya juga hanya ada satu portal internet sebagai tempat pendaftaran CPNS 2018.

Ada sekitar 100.000 formasi bagi tenaga pendidik pada penerimaan CPNS 2018, formasi bagi CPNS pusat dan daerah dan pelaksanaan seluruhnya akan dilakukan oleh BKN secara terintegrasi, portal pendaftaran nasional dan seleksi by CAT BKN

Begitu isi twit akun Twitter @BKNgoid pada 11 Juli 2018 lalu.

Pada tanggal yang sama, BKN juga menjadwalkan dimulainya penerimaan CPNS 2018 pada akhir Juli 2018.

Berbekal informasi tersebut, calon peserta sebaiknya memperhatikan kembali persiapan terutama NIK dan syarat-syarat lainnya.

Jadwal penerimaan CPNS 2018 diungkapkan Menteri Menpan-RB, Asman Abnur.

“Rencananya akhir Juli ini, tapi itu kan fleksibel saja ya karena merumuskan formasi itu kan nggak gampang,” ujar Asman, Rabu (11/7/ 2018) di gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.

Dalam seleksi CPNS tahun ini, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) terdiri dari tujuh tim, untuk mendapatkan ASN yang berkualitas.

BKN juga menjelaskan, pihaknya akan menyediakan Helpdesk untuk menjawab pertanyaan calon pendaftar, saat penerimaan CPNS 2018.

“Mekanisme Pendaftaran peserta CPNS 2018 lebih mudah dan terintegrasi nih #SobatBKN,” tambah BKN.

Formasi Prioritas Tenaga Pendidikan dan Kesehatan

Asman menjelaskan, prioritas formasi CPNS 2018 untuk tenaga pendidik atau guru dan kesehatan.

Menurutnya, seleksi CPNS 2018 akan dilakukan secara terbuka.

Bersiap-siaplah penerimaan CPNS 2018 semoga dokumennya sudah siap ()
“Ada 220 ribu ASN yang pensiun, oleh sebab itu dalam waktu dekat ini akan diumumkan formasinya untuk menempati posisi di pemerintah daerah dan kementerian atau lembaga. Seleksi akan dilakukan oleh BKN,” jelasnya.

Pihaknya memakai sistem minus growth sehingga jumlah yang diterima bakal kurang dari 220 ribu orang.

Khusus tahun ini, bakal ada formasi khusus untuk posisi guru dan kesehatan.

“Formasi guru dan tenaga kesehatan ini di luar dari teknis yang telah ditetapkan tadi.

Khusus guru honorer bakal ada teknis khusus yang harus dilakukan. Guru honorerkan sekarang tak bisa lagi tanpa tes. Jadi, bagi yang memenuhi syarat K2 silakan ikut tes. Rekrutmen dilakukan secara terbuka,” ujarnya.

Formasi untuk guru yang diperlukan tahun ini sekitar 100.000 orang.

Ini untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik di seluruh kabupaten, kota dan provinsi yang berjumlah sekitar 700.000 orang.

“Kekurangannya sekitar 700an ribu menurut data dari Kementerian Pendidikan. Tapi tahun ini kami buka formasi sekitar 100.000, dicicil dulu. Untuk formasi tenaga kesehatan belum bisa diumumkan karena masih menunggu data dari Kementerian Kesehatan. Demikian juga untuk tenaga diaspora karena masih menunggu data dari Kementerian Luar Negeri,” tegasnya.

Dokumen yang Harus Dipersiapkan untuk S1 atau tenaga profesional antara lain:

1. Fotokopi KTP

2. Fotokopi Ijazah dan Transkip Nilai yang telah dilegalisir

3. Surat keterangan akreditasi dari BAN PT.

4. Pas foto terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak 4 lembar – latar belakang merah.

Dokumen tambahan bagi lulusan D III dan SMA/sederajat antara lain:

1. Materai Rp 6.000

2. Fotokopi KTP

3. Fotokopi ijazah/STTB

4. Fotokopi ijazah SD

5. Fotokopi ijazah SLTP

6. Fotokopi ijazah SLTA.

Jangan lupa yang tak kalah pentingnya, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga sudah terdaftar di Disdukcapil.

Editor : Herly Umbas

 

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan