Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Sangkoy: Ada Kecurigaan, Tapi Semoga Semua Objektif

Sangkoy: Ada Kecurigaan, Tapi Semoga Semua Objektif
Anggota DPRD Kabupaten Minsel, Drs Roby Sangkoy, M.Pd

Amurang, Fajarmanado.com – Anggota Komisi III Bidang Kesra DPRD Minsel Drs Roby Sangkoy, M.Pd mengaku kaget soal 2 auditor BPK RI ditangkap OTT oleh KPK belum lama. Pasalnya, satu di antara auditor BPK tersebut pernah bertugas di BPK Perwalilan Sulut dan pernah mengaudit APBD Perubahan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tahun 2016.

‘’Ya, tertangkapnya salah satu auditor BPK RI oleh KPK, mengagetkan saya. Sebab, ternyata satu diantara auditor BPK tersebut pernah bertugas di BPK Perwakilan Sulut. Selain itu, pernah juga mengaudit APBD Perubahan Minsel tahun 2016. Hal ini menjadi tanda awas bagi auditor BPK Perwakilan Sulut lainnya,’’ujar Sangkoy, melalui akun Facebook yang diterima wartawan Fajarmanado.com, Sabtu (27/5/2017).

Legislator Minsel dari Partai Golkar ini, mengatakan, saat mengaudit APBD Minsel tahun 2015,laporan LHP BPK dalam buku satu pada neraca nampak sisa dana sertifikasi guru sebesar kurang lebih Rp 27 miliar.

‘’Namun, keanehan muncul pada buku ke tiga tidak ada rekomendasi hal sisa dana Tunjangan Penghasilan Guru (TPG). Dan lebih aneh lagi, personil BPK Perwakilan Sulut menyatakan bahwa angka Silpa APBD 2015 sebesar kurang lebih Rp 42 miliar. Padahal, didalamnya sudah termasuk sisa dana TPG,’’tanya Sangkoy lagi.

Dikatakan lagi, sementara hasil evaluasi Pemprov Sulawesi Utara, hal pertanggungjawaban APBD tahun 2015 justru menemukan dan rekomendasikan agar sisa TPG Rp 28 miliar sekian harus di tata pada APBD Perubahan tahun 2016.

‘’Jadi, kesannya ada kecurigaan oknum auditor BPK Perwakilan Sulut tersebut saat mengaudit APBD Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2015 terjadi permainan. Mudah-mudahan, LHP BPK tahun 2016 untuk Kabupaten Minsel berjalan objektif. Itu harapannya. Tidak karena salah satu oknum BPK yang pernah bertugas di Sulut ditangkap OTT oleh KPK,’’pungkas Sangkoy yang tetap vokal memperjuangkan kebenarannya.

Sementara itu, Sangkoy juga menanggapi pernyataan sejumlah sumber terkait salah satu oknum auditor BPK yang ditangkap KPK yang pernah bertugas di BPK Perwakilan Sulut. ‘’Bahwa, apa yang disampaikan diatas, adalah hal auditor BPK Perwakilan Sulut berdasarkan data riil yaitu LHP BPK terhadap APBD Minsel tahun 2015. Bahwa, dengan hasil evaluasi Pemprov Sulut hal tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Minsel tahun 2015. Apakah BPK tidak lihat rincian penggunaan Silpa yang Rp 42 miliar, dimana sisa TPG sebesar Rp 28 miliar tidak masuk,’’tegasnya.

Sayangnya, terkait ‘cuitan’ legislator Minsel dari Fraksi Partai Golkar saat dihubungi Kepala Inspektorat Minsel Adrie Keintjem, SH Jumat (26/5/2017) belum berhasil. Bahkan, saat mengunjungi kantor di jalan Trans Sulawesi, Desa Lopana Satu Kecamatan Amurang Timur tidak berada. ‘’Bapak lagi ke DPRD Minsel mengikuti rapat paripurna Ranperda No.4 tahun 2016 tentang RPJMD tahun 2016-2021. Silahkan konfirmasi di DPRD Minsel saja,’’kata staf yang minta namanya tak ditulis.

(andries)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan