Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Santiago Bernabeu Jadi Mimpi Buruk Claudio Bravo

Santiago Bernabeu Jadi Mimpi Buruk Claudio Bravo
Claudio Bravo memiliki rekor buruk ketika menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu. ( REUTERS/Ueslei Marcelino)

Jakarta, fajarmanado.com — Setelah sepuluh musim menjajal kompetisi La Liga Spanyol bersama Real Sociedad dan kini Barcelona, Claudio Bravo sudah tampil dan merasakan atmosfer berbagai stadion-stadion Spanyol.

Kandang Real Madrid, Santiago Bernabeu, merupakan stadion yang selalu menjadi hantu bagi penjaga gawang tim nasional Chile itu, baik ketika masih berseragam Sociedad maupun Barcelona.

Dalam lima kunjungan terakhir Bravo ke Bernabeu, penjaga gawang berusia 32 tahun itu telah kebobolan 21 gol. Ini berarti ia kebobolan kebobolan 4,2 gol dari lima laga terakhir ke stadion berkapasitas 85 ribu penonton tersebut.

Ini memang dengan catatan bahwa empat dari lima kunjungan itu dilakoni Bravo bersama Sociedad, yang secara kualitas masih kalah dibandingkan Barcelona.

Debut El Clasico Berakhir dengan Mimpi Buruk

Bernabeu juga menjadi kenangan buruk bagi Bravo pada laga pertamanya menjajal El Clasico. Bravo harus menelan pil pahit memungut bola dari gawangnya tiga kali. Padahal, Bravo yang saat itu baru direkrut dari Sociedad dengan banderol 12 juta euro telah melakoni delapan pertandingan tanpa kebobolan di La Liga bersama Barca.

Hanya 35 menit pertandingan di Bernabeu berjalan, catatan mengesankan Bravo itu pecah setelah eksekusi penalti Cristiano Ronaldo menjadi bola pertama yang mengoyak gawangnya.

Tak hanya Ronaldo, Pepe dan Karim Benzema semakin menambah duka Bravo dengan sukses menjebol gawang Barcelona pada babak kedua. Klub asal Katalonia itu pun tersungkur 1-3 di Santiago Bernabeu.

Kendati Bernabeu selalu menjadi mimpi buruk bagi Bravo, penjaga gawang yang tampil gemilang di Piala Dunia 2014 lalu itu akan berharap memiliki peruntungan berbeda pada laga El Clasico, Sabtu (21/11).

Dengan trofi Zamora musim lalu –penghargaan bagi penjaga gawang dengan jumlah kebobolan paling sedikit di La Liga– di genggamannya, Bravo juga hanya kebobolan satu gol dari tiga pertandingan terakhirnya bersama Barcelona.

Tak hanya itu, Bravo juga tentunya dapat memberikan kepercayaan lebih pada Gerard Pique dan Jeremy Mathieu yang akan menjadi pelindungnya di lini belakang, ketimbang saat dikawal Jon Ansotegi dan Inigo Martinez di Sociedad.

El Clasico pertama musim ini pada akhirnya akan menjadi misi tersendiri bagi Bravo untuk mengakhiri mimpi buruknya di Santiago Bernabeu.

(cnni/heru)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan