Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Sekum KGPM: Tanamkan Nilai Kasih Ditengah Keluarga - Fajar Manado

Sekum KGPM: Tanamkan Nilai Kasih Ditengah Keluarga

Sekum KGPM: Tanamkan Nilai Kasih Ditengah Keluarga
Jakarta, Fajarmanado.com – Keluarga adalah lembaga pertama yang dibangun oleh Allah. Keluarga dibentuk berdasarkan konstitusi dan ketetapan Allah Pencipta dan Pemilik kehidupan dengan tujuan untuk menjaga, memelihara dan melestarikan kehidupan di bumi. 

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Umum Pucuk Pimpinan Majelis Gembala KGPM, Gbl. Francky Londa, STh, MA, Kamis (15/3). Dijelaskannya, setiap keluarga kristen terpanggil untuk menjaga tatanan kehidupan dan melaksanakan fungsi dan peran untuk membangun peradaban sesuai rencana dan karya penyelamatan Allah. Akan tetapi kejatuhan manusia ke dalam dosa mengakibatkan visi penyelamatan itu seringkali gagal dan tidak terwujud dalam hidup berkeluarga.

“Perintah Tuhan dalam Ulangan 6:4-9 menggarisbawahi peran orangtua untuk menanamkan nilai kasih kepada anak dan generasi penerus. Ketaatan kepada perintah itu menghadirkan damai sejahtera. Sebaliknya ketidaktaatan membawa konsekuensi kehancuran dan penderitaan. Namun kedatangan Tuhan Yesus sebagai karya inkarnasi melalui rahim seorang ibu adalah juga dalam rangka membawa transformasi dan restorasi dalam tatanan hidup keluarga,” jelas Londa.

Dilanjutkannya, dalam Kolose 3:18-25 rasul Paulus mengangkat esensi dari restorasi itu adalah terutama dalam membangun hubungan yang solid antara suami istri dan anak serta anggota keluarga lainnya. Menghadapi dan menyikapi tantangan bahkan ancaman terhadap eksistensi keluarga, nilai ketahanan iman menjadi faktor kunci dalam menangkal hal tersebut. Relationship antara sesama anggota keluarga harus dibangun dan terus terpelihara dengan baik.

“Melalui perayaan HUT ke-71 PERIMA, spirit kepeloporan dan perjuangan Ibu-ibu Gereja sebagaimana yang diperankan selama ini kiranya akan semakin memperkuat kehidupan Gereja dalam upaya menjawab masalah sosial seperti human trafficking, NARKOBA, pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender dan lain-lain,” ujarnya.

“Ditengah kompleksnya pergumulan gereja dan seluruh elemen bangsa, dimana persoalan sosial masyarakat terus menyerang setiap sendi kehidupan, gereja harus menunjukan eksistensinya sebagai lembaga pembinaan spiritual jemaat, mengaktakan komitmen iman, menjadi terang dan garam dunia. Dalam situasi dan kondisi apapun, ibu-ibu gereja dituntut untuk mempertajam kepekaan sosial dalam upaya mengaktualisasikan iman bagi sesama manusia yang dilandasi pada kasih Allah,” pungkas Londa.

Penulis: Jones Mamitoho

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan