Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Singkirkan 967 Peserta, 63 Capra IPDN Sulut Masih H2C, Ini Sebabnya - Fajar Manado

Singkirkan 967 Peserta, 63 Capra IPDN Sulut Masih H2C, Ini Sebabnya

Singkirkan 967 Peserta, 63 Capra IPDN Sulut Masih H2C, Ini Sebabnya
Wagub Drs. Steven Kandouw didampingi Kepala BKD Sulut Dr Femmy Suluh, MSi melepas 63 Capra IPDN utusan Sulut di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado, Kamis (9/8/2018). Foto: Humas Pemprov Sulut.
Manado, Fajarmanado.com — Setelah menjalani tahapan seleksi yang ketat, akhirnya 63 putra putri terbaik Sulawesi Utara yang lolos sebagai Calon Praja (Capra) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XIX Tahun 2018  bertolak ke Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat untuk.mengikuti Pantuhir mulai Jumat (10/8/2018), hari ini.

Dipimpin Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut, Dr. Femmy J. Suluh, MSi, mereka menuju ke ‘markas’ utama perguruan tinggi asuhan Kemendagri itu, setelah dilepas oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Drs. Steven Kadouw di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado, kemarin pagi.

Meski bangga lolos tahapan seleksi di daerah sejak April lalu, namun ke-63 Capra IPDN ini masih ada yang diliputi sindrom H2C (harap-harap cemas). Wajar, karena tak kurang enam orang terancam bakal dipulangkan karena kuota Sulut 2018 ini hanya sebanyak 57 orang.

Seperti diketahui, ada tiga tahap lagi yang harus dijalani Capra IPDN dalam tes Penentuan Akhir (Pantukhir). Yakni, kesamaptaan, kesehatan dan wawancara.

“Tes Penentuan akhir merupakan tahapan akhir dalam rangkaian seleksi Capra IPDN 2018.  Dalam tes itu Calon Praja akan diberikan tes kesamaptaan, tes kesehatan dan Wawancara untuk memperebutkan kuota 57 Praja IPDN,” jelas Kepala BKD Sulut, Femmy Suluh.

Tes kesamaptaan dan kesehatan merupakan dua dari empat tahapan seleksi yang dijalani Capra IPDN di daerah. Dua lainnya, tes kompetensi dasar melalui CAT (Computer Assist Test) dan psikologi.

Wagub Drs. Steven Kandouw, Kepala BKD Sulut Dr. Femmy Suluh, MSi dan Asisten I Drs. Edison Humiang bersama 63 Capra IPDN 2018 utusan Provinsi Sulut di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado, Kamis (9/8/2018). Foto: Humas Pemprov Sulut.

Wagub Kandouw memuji keberhasilan 63 putra putri Sulut yang lolos tahapan-tahapan seleksi daerah Capra IPDN Tahun 2018 ini, menyingkirkan 967 peserta lainnya.

“Saya bangga karena yang lulus hingga tahapan ini telah melalui tahapan yang objektif, lulus passing grade atas kemampuan diri sendiri bahkan yang lulus hingga tahapan ini melebihi kuota menunjukan kualitas pendidikan Sulut  semakin bagus,” katanya.

Kandouw mengingatkan, masih ada satu step lagi dalam penentuan menjadi Praja IPDN.

“Tetaplah optimis membawa  nama daerah, keluarga dan pribadi masing-masing. Ingat tidak ada siapa pun yang dapat menolong kelulusan di Jatinangor nanti selain diri sendiri dan Tuhan,” tandasnya.

“Pesan  saya agar jaga kesehatan, banyak berdoa dan belajar terus,” sambung Kandouw.

Setelah lulus nanti, sebelum dikukuhkan menjadi Praja Muda, mereka akan mengikuti Latihan Dasar Militer, kemudian menjalani pendidikan tahun kuliah 2018/2019 di Kampus IPDN Jatinangor, selanjutnya disebar ke semua Kampus Regional, termasuk di Tampusu, Remboken, Minahasa.

Penulis: Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan