Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Sudahkah Minahasa Berubah?

Sudahkah Minahasa Berubah?
Wajah pusat Kota Tondano dan pusat pemerintahan Minahasa pada malam hari. (Foto: Ist)

Di bidang anggaran, JWS-IvanSa terus menunjukkan kemampuan lobi mereka. Meski masih terbebani dengan biaya rutin yang mencapai di atas 60 persen untuk mengongkosi jumlah PNS yang gemuk (6 ribu lebih), namun alokasi anggaran pemerintahan JWS-IvanSa terus menunjukkan tren naik dari tahun ke tahun.

Volume dana APBD tahun 2014, yang pertama diusulkan mereka,  diterima dan menjadi Rp.600 miliar lebih. Di tahun ke dua, 2015 meroket jadi Rp.994,7 miliar. Dan kian fantastis lagi, volume APBD induk 2016 ini, melonjak drastis Rp.400 miliar lebih dan telah ditetapkan mencapai angka di atas Rp.1,35 Triliun.

Kepiawaian JWS-IvanSa semakin paripurna pada medio Desember tahun 2015 lalu. Atas prestasi nyata membawa Minahasa sebagai Kabupaten Berprestasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan hadiah Dana Insentif Daerah (DID) untuk tahun 2016 sebesar Rp.39 miliar.

Penjabat (Pnj) Gubernur DR Soni Sumarsono, MDM mengaku kaget. “Hari Senin kemarin saya diundang untuk menerima DIPA dari Presiden di Istana Negara. Saya kaget Bupati Minahasa juga hadir. Setelah saya cek ternyata beliau akan menerima DID sebesar 39 miliar,” kata Sumarsono ketika menyerahkan DIPA tahun 2016 kabupaten/kota se Sulut di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado pada Jumat (18/12/2015), pagi silam.

Di bawah kepemimpinan JWS-IvanSa, di tahun 2015 Minahasa memang layak menyandang predikat kabupaten berprestasi. Bukti konkretnya,  sederetan penghargaan berhasil diraih mereka selama ini. Diawali opini WDP dan WTP dari BPK RI, sederetan penghargaan lain dari pemerintah RI atas keberhasilan JWS-IvanSa diberikan silih berganti. Antara lain, Kabupaten Sehat, Wahana Tata Nugraha (WTN) di bidang transportasi dan masih banyak lagi.

JWS-IvanSa memang terbukti berkomitmen merubah ‘wajah daerah’ Toar Lumimuut secara nyata. Ruas jalan penghubung antardesa, kecamatan dan jalan akses penghubung dengan Kota Manado sebagai pusat bisnis dan pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara, terus saja ditata, dipoles bahkan dibuka dan diperlebar.

Performa 227 desanya juga semakin ‘menawan’. Dana Desa (DanDes) Rp.127 miliar  dan  alokasi dana desa (ADD), yang disebar bervariasi antara Rp.500 juta sampai Rp.1 miliar pada tahun 2015, semakin merubah wajah desa-desanya. Perpaduan program membangun JWS-IvanSa dengan Nawacita Presiden Jokowi benar-benar menjadikan seantero Minahasa berubah.

Konsep membangun JWS-IvanSa seakan menyakini falsafah sapu tangan. Ketika diangkat dan ditarik ke atas dari bagian tengah, semua sisinya praktis akan ikut terangkat. Makanya, di awal membangun, JWS-IvanSa  menata Kota Tondano sebagai ibu kota Kabupaten Minahasa.

Di tahun pertama memimpin, jalan-jalan Kota Tondano dipoles dan dihotmix, pusat kota dipersolek dengan membangun Taman Kota di eks Lapangan Sam Ratulangi, pas di seberang jalan depan Kantor Bupati.

Baca Selanjutnya: Situs budaya Benteng Moraya

(her)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan