Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Sulut Hebat..! Gubernur Olly Kembali Mencetak Rekor MURI

Sulut Hebat..! Gubernur Olly Kembali Mencetak Rekor MURI
Gubernur Olly Dondokambey SE menerima Piagam Rekor MURI dari Direktur Eksekutif MURI, Osman Semesta Susilo disaksikan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susato, Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw, Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr. Kartika Devi Kandouw Tanos, MARS dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulut Asri Basir di Manado, Jumat (11/5/2018).
Manado, Fajarmanado.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memang hebat. Kali ini mencetak rekor MURI yang kedua. Menyusul tampil sebagai kepala daerah pertama yang mengajar secara massal, kini Gubernur Olly Dondokambey SE menerima Rekor MURI di bidang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Rekor MURI kategori kepala daerah yang menjamin dan memberikan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja sosial lintas agama diserahkan langsung oleh Direktur Eksekutif MURI, Osmar Semesta Susilo kepada Olly di Manado, Jumat (11/5/2018) siang.

Piagam Rekor MURI ini tercatat yang kedua diterima Gubernur Olly, setelah piagam yang sama diterima orang nomor sati di Sulut ini ataa prestasinya mengajar melalui siaran langsung kepada ribuan siswa melalui video dalam rangka Harkitnas Rabu (2/5/2018) lalu.

Seperti diketahui, Gubernur memberikan perlindungan bagi 35.000 pekerja sosial lintas agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha dan Konghucu di Sulut, yang ternyata merupakan yang pertama kali di Indonesia bahkan di dunia.

Acara penyerahan piagam Rekor MURI tersebut disaksikan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susato, perwakilan Forkopimda, Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw, Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr. Kartika Devi Kandouw Tanos, MARS, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulut Asri Basir dan para pejabat Pemprov Sulut.

Gubernur Olly pun mengapresiasi penghargaan tersebut. Dirinya menegaskan pemerintah harus hadir untuk mendukung program perlindungan yang mengedepankan jaminan sosial masyarakat.

“Saya bersyukur karena kerjasama Pemprov Sulut dengan BPJS sehingga bisa terlaksana kegiatan ini. Pemerintah harus ada di tengah-tengah masyarakat dan ini merupakan kemajuan bagi tokoh agama dalam rangka mengikuti program pemerintah dalam hal asuransi,” katanya.

Menurut Olly, pemberian perlindungan kepada para pekerja sosial lintas agama adalah langkah tepat. Pasalnya, para pekerja sosial lintas agama dan tokoh agama merupakan komponen penting bagi keberlanjutan dan kesuksesan pelaksanaan program pembangunan daerah dan bangsa.

“Tokoh agama dan para pekerja sosial lintas agama harus diberikan jaminan perlindungan dalam menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya, ditengah berbagai tantangan dan resiko yang dihadapi, sehingga akan semakin meningkatkan kesejahteraan dan mengakselerasi kinerja yang diemban,” ujarnya.

Olly meyakini, lewat berbagai terobosan yang dilakukannya saat ini akan memberikan dampak positif bagi peran dan kontribusi seluruh tokoh agama dan pekerja sosial lintas agama dalam percepatan pembangunan masyarakat, daerah dan bangsa yang semakin maju, unggul dan hebat kedepan.

Gubernur Olly juga mengajak BPJS Ketenagakerjaan untuk berinvestasi di Sulut dengan sebagian dana pengelolaan yang dimilikinya. Diketahui BPJS Ketenagakerjaan saat ini memiliki aset Dana Jaminan Sosial (DJS) senilai Rp. 326 triliun yang diperoleh dari premi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia.

Olly menyatakan banyak sektor yang bisa diinvestasikan di Sulut, antara lain infrastruktur maupun pembangunan hotel untuk mendukung pariwisata.

“Investasi banyak, misal ada infrastruktur, pembangunan hotel, sarana dan prasarana lainnya. BPJS Ketenagakerjaan juga bisa menginvestasikan dananya di bank Sulut sehingga bisa dimanfaatkan para pengusaha,” ujar Olly.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pemberian perlindungan kepada 35 ribu Pekerja Sosial Lintas Agama ini sejalan dengan Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan toleransi tertinggi di Indonesia.

“Sulawesi Utara merupakan Provinsi dengan tingkat toleransi antar-pemeluk agama tertinggi, sangat tepat kiranya para pekerja mulia ini mendapatkan perlindungan dalam mengemban misi kemanusiaan dari BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya.

Agus menyebutkan besarnya perhatian Gubernur Olly sehingga pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dapat direalisasikan kepada para pekerja sosial lintas agama di Sulut.

“Ini atas persetujuan bapak Gubernur Sulawesi Utara. Tentu ini upaya baik dalam rangka membangun kohesi sosial kita dan memperkokoh persatuan kita,” ungkapnya.

Agus juga menyatakan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mendorong dan membangun perekonomian nasional dengan menginvestasikan aset dana jaminan sosial yang jumlahnya saat ini mencapai Rp. 326 triliun.

“Kami dalam mengelola BPJS Ketenagakerjaan ada dua tugas mengelolanya yaitu mengelola dana kepesertaan serta mengelola dananya agar bisa mendorong perekonomian nasional,” ungkapnya.

“Makanya kita siap bersinergi dengan Pemprov Sulut misalnya dengan membangun taman kota di Manado supaya masyarakat Sulut ini lebih memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” sambung Agus.

Editor : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan