Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Tahap II Korupsi DAK Pendidikan ‘Membeku’ di Polres Minahasa

Tahap II Korupsi DAK Pendidikan ‘Membeku’ di Polres Minahasa
Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Edy Kusniady
Tondano, Fajarmanado.com – Seantero masyarakat Kabupaten Minahasa terus mengikuti perkembangan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2012 yang menyeret tiga tersangka.

Dua tersangka lainya yang berinisial DR dan JT telah ada keputusan sidang namun belum final karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan upaya kasasi dikarenakan tidak puas dengan keputusan hakim.

Sementara untuk tersangka baru, berinisial SM, berkasnya sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti sejak tanggal 29 Agustus 2017 lalu.

Namun sampai saat ini penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap dua) ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa, tak kunjung dilakukan oleh aparat kepolisian. Sejumlah alasan penundaan penyerahan tersangka dan barang bukti sempat dilontarkan aparat kepolisian selang sebulan terakhir ini.

Dalih tersebut, antara lain, kendala penyidik Polres yang sakit, dan alasan jaksa ke luar daerah. Makanya, Kamis (05/10/2017), wartawan kembali mengkonfirmasi soal kelanjutan penanganan kasus tersebut. Sayangnya, belum ada kejelasan dari aparat kepolisian.

Kapolres Minahasa, AKBP Christ Pusung melalui Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Edy Kusniadi mengakui jika berkas perkara untuk kasus tersebut telah rampung dan tinggal menunggu proses penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Iya, sudah rampung dan tinggal proses penyerahan tersangka dan barang bukti ke pihak Kejari,” ujar Kusniadi saat ditemui di ruang kerjanya. Namun ditanya soal kendala sehingga proses tahap dua belum dilakukan, Kusniadi mengaku belum tahu pasti. “Nanti saya cek lagi ke penyidik, mereka yang menangani perkara ini,” jelasnya.

Sebelumnya, alasan yang disampaikan penyidik Polres Minahasa soal kendala proses tahap dua dikarenakan ada jaksa yang sedang ke luar daerah dibantah pihak Kejari Minahasa.

“Tidak benar itu, Kejari Minahasa sudah siap jika pihak Polres melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti,” kata Parsaoran Simorangkir, selaku JPU yang ditunjuk untuk menangani perkara dugaan korupsi DAK Pendidikan Minahasa tahun 2012 itu.

“Saya memang sempat tugas luar daerah, tapi tidak lama,” ungkap Simorangkir menjawab pertanyaan wartawan.

Penulis : Fiser Wakulu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan