Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Tetty-Franky Ditantang Ciptakan Souvenis Khas Minsel - Fajar Manado

Tetty-Franky Ditantang Ciptakan Souvenis Khas Minsel

Tetty-Franky Ditantang Ciptakan Souvenis Khas Minsel
Objek wisata Batu Dinding di Desa Kilometer Tiga, Amurang.
Amurang, Fajarmanado.com – Pemerintahan Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH dinilai belum serius menggembangan dan memberdayakan potensi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Banyak destinasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri di daerah berjuluk Teguh Bersinar ini. “Mulai Bukit Doa Pinaling, wisata pantai Moinit yang mempunyai cirri khas tersendiri dengan air panasnya, sampai objek wisata Batu Dinding di Desa Kilometer Tiga,” ujar pengamat pariwisata Meldy N Frans.

Pemkab Minsel, katanya, terkesan belum serius membangun dunia pariwisata di daerahnya. Indikatornya, tergambar jelas pada pengalokasian anggaran pembangunan wisata.

“Tak heran kalau Minsel belum pula memiliki souvenis khas sendiri, padahal bahan baku ciri khas Sulut sangat banyak di daerah ini, seperti kelapa dan turunannya,” ujarnya kepada Fajarmanado.com.

Melalui instansi teknis, pemkab dapat membina dan membekali kelompok masyarakat untuk menciptakan cendera mata khas Minsel. Peluang pemasarannya semakin besar seiring dengan keberhasilan Gubernur Olly Dondokambey mendatangkan wisatawan Tiongkok dalam sebulan terakhir dan akan terus berlanjut di masa mendatang.

“Bitung sementara menggelar Fertival Pesona Selat Lembeh, Minahasa akan melaksanakan program Visit Pesona Minahasa tahun depan, Jangankan membuat even sejenis, memanfaatkan saja program-program pariwisata itu dengan menata objek wisata andalan akan menarik minat wisatawan ikut berkunjung di daerah ini, pada gilirannya souvenir khas Minsel akan ikut laku keras,” jelasnya.

Frans kemudian mengusulkan agar Pemkab Minsel menganggarkan pembangunan pariwisata dan pemberdayaan UMKM dalam  APBD 2017 mendatang. ‘’Ini tak lain untuk menggairahkan dunia pariwisata Minsel, yang praktis akan ikut memberikan peluang usaha kepada masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minsel, Drs Sony Maleke tak bisa mengelak jika  anggaran SKPD yang dipimpinnya masih sangat minim sekarang ini.

‘Ya, begitulah kenyataannya. Dalam APBD 2016 ini ada Rp 900 juta lebih. Jumlah ini berkurang sekitar 17,5 persen sebagai akibat dari kebijakan penghematan anggaran dari pemerintah pusat,” katanya.

Jumlah setelah penghematan, lanjut dia, tinggal Rp 700 juta lebih. Dana ini tentu saja tidak mampu membiayai kebutuhan peningkatan prasarana objek-objek wisata yang ada,” ujar Maleke.

Namun demikian, sesuai petunjuk Bupati Christiany Eugenia Paruntu, pihaknya akan mengusulkan anggaran yang lebih besar, sesuai kebutuhan ril penataan destinasi wisata pada APBD 2017 mendatang. “Kita lihat saja nanti. Semoga pihak legislatif akan menyetujuinya,” katanya, namun masih merahasiakan nominal dana pariwisata yang bakal diusulkannya.

(andries)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan