Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Tetty Tegaskan Pengucapan di Minsel 9 Juli

Tetty Tegaskan Pengucapan di Minsel 9 Juli
Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE

Amurang, Fajarmanado.com – Hasil Pertemuan antara Pemkab Minahasa Selatan (Minsel)  bersama tokoh agama soal penetapan tanggal pengucapan syukur di Minsel tanggal 16 juli dimentahkan Bupati Christiany Eugenia Paruntu. Dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, Paruntu menetapkan pengucapan Minsel tanggal 9 Juli 2017.

“Pengucapan syukur jemaat dan masyarakat Minsel dilaksanakan pada hari Minggu, 9 Juli 2017. Dengan demikian, apa yang telah diputuskan bersama dengan Presidium BKSAUA, BAMAG, FKUB serta Katolik dan utusan Konghucu tanggal 16 Juli 2017 sebagai hari pengucapan syukur dibatalkan,”ujar Paruntu melalui Kabag Humas dan Protokol Setdakab Minsel, Henri Palit, SH.

Perubahan atas tanggal pelaksanaan pengucapan menurutnya, sesuai  keinginan dan aspirasi masyarakat. Dengan adanya perubahan ini Paruntu berharap, masyarakat dapat merayakan pengucapan ini dengan penuh syukur dan kesederhanaan serta jauh dari kesan pemborosan atau pesta pora.

“Dalam merayakan pengucapan nanti jangan ada yang menyediakan minuman keras beralkohol untuk menghindari terjadinya kerawanan Kamtibmas di wilayah Minsel.”terangnya.

Kebijakan bupati dalam merubah tanggal pelaksanaan pengucapan mendapat sambutan hangt dari masyarakat, mereka menilai Paruntu adalah sosok bupati yang sangat peka dan peduli dengan aspirasi yang berkembang dikalangan masyarakat bawah. Sebab pasca penetapan tanggal 16 juli pengucapan Minsel, pro dan kontra dari masyarakat mulai tersebar melalui media massa dan sosial media, baik status maupun komentar dan ini langsung direspon oleh bupati dengan cepat.

“Komentar di sosial media dan media masa serta hasil keputusan Sidang Jemaat GMIM rayon Minsel yang menetapkan hari pengucapan syukur Minsel adalah tanggal 9 Juli 2017 direspon dengan cepat oleh ibu Bupati. Sebagai masyarakat kami salut dengan sikap bupati Tetty Paruntu.”kata Drs Wolter Sondakh, warga jemaat GMIM Yordan Lewet.

 

Penulis: Andries Pattyranie

Editor : Joel Polutu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan