Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Tewas Bersimbah Darah, Dodi Ditemukan Dua Pemburu Tikus - Fajar Manado

Tewas Bersimbah Darah, Dodi Ditemukan Dua Pemburu Tikus

Tewas Bersimbah Darah, Dodi Ditemukan Dua Pemburu Tikus
Talawaan, Fajarmamado.com — Penemuan mayat di Jalan Desa Warisa, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara (Minut) menghebohkan warga setempat, Senin (8/10/2018), pagi tadi.

Ketika ditemukan pertama kali oleh Juan Doodoh (18 tahun), warga Desa Warisa Jaga II dan Audi Pangau (21 tqhun), warga Desa Warisa Jaga IV sekitar pukul 04.15 Wita, kondisi mayat yang tergeletak kaki di marka jalan jaga II, Desa Warisa itu bersimbah darah.

Korban tak lain adalah Dodi Mondoringin (39 tahun), warga Jaga V sedesa mereka. Tak pelak, peristiwa penemuan mayat itu langsung menyebar dan menghebohkan warga setempat.

Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), ditemukan tewas di garis jalan Desa Warisa Jaga II, Senin (08/10/2018), sekitar pukul 04.15 Wita. Diduga kuat, korban meregang nyawa karena ditikam.

Pagi tadi, Juan dan Audi tengah berjalan pulang dari berburu tikus sawah sejak malam. Beberapa meter, dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) Juan terhenyak melihat seseorang tertidur ke samping kiri, pinggiran jalan.

Baca Juga :  Dua Kontraktor Pelaksana Pembangunan RSUD Walanda Maramis Kembalikan Kerugian Negara Rp.178 Juta Lebih

Betapa terkejutnya mereka ketika melihat korban yang semula diperkirakan lagi tidur itu telah bersimbah darah, tak tekecuali di bagian mulutnya.

Menyadari korban yang mereka kenal bernama Dodi Mondoringin, para saksi pun langsung bergegas mengabarkan kepada keluarga korban dan pemerintah desa setempat.

Kapolsek Dimembe, AKP Fenti Kawulur, ketika mandapat informasi, langsung bergegas bersaman beberapa personilnya menuju TKP.

Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan, polisi bersama Hukum Tua dan perangkat Desa Warisa menjemput pria berinisial KP (24 tahun), warga Desa Warisa Jaga III.

KP ditangkap karena diduga sebagai tersangka pelaku pembunuhan terhadap Dodi. Padahal, pada malam sebelum peristiwa keduanya menegak minuman keras (Miras) bersama-sama.

Baca Juga :  Bupati Vonnie Panambunan Resmi Menyandang Gelar Sarjana Theologia

Diduga kuat, saat miras bersama, tersangka dan korban beselisih paham hingga mengarah ke bentrok fisik. Tersangka yang 15 tahun lebih mudah, meninggalkan korban.

Namun demikian, KP pulang rumah bukannya tidur tetapi mengambil sebilah pisau badik, lalu kembali ke lokasi. Di tengah jalan mereka bersua, sehingga tersangka menghujani tikaman ke arah tubuh korban. Seridaknya, ada empat luka bekas tusukan benda tajam di bawah ketiak kanan korban Sodi.

Kapolsek AKP Fenti Kawulur mengungkapkan korban sudaj dievakuasi ke rumah sakit untuk diotopsi.

“Sementarabpelaku bersama barang bukti telah aman di Mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.

Penulis: Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan