Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Tiga Lawan Satu, Papa Muda Asal Watulaney Meregang Nyawa - Fajar Manado

Tiga Lawan Satu, Papa Muda Asal Watulaney Meregang Nyawa

Tiga Lawan Satu, Papa Muda Asal Watulaney Meregang Nyawa
Tondano, Fajarmanado.com — Naas menimpa Randi Gerungan (31 tahun) di awal tahun 2019. Ayah dua anak asal Desa Watulaney Kecamatan Lembean Timur ini meregang nyawa di tangan tiga pemuda sekampungnya pada Kamis, (3/1/2019) subuh. pukul 04.00 subuh tadi akibat luka tusuk.

Duel tiga lawan satu, yang tak seimbang itu, menyebabkan korban tak bisa mengelakkan tusukan benda tajam yang menghujam ke arah tubuhnya.

Peristiwa berdarah itu terjadi ketika korban bersua dengan para tersangka pada acara tutup tahun yang diadakan di lapangan Desa Watulaney Amian.

Awalnya korban mendekati lelaki JK alias Jundo (25 tahun) dengan membawa botol. Korban langsung didorong oleh JK hingga terjatuh. Dalam keadaan terbaring, kembali JK memukul korban sebanyak 3 kali.

Kemudian pelaku AK alias Andrei (22 tahun) dan LK alias Lino (17 tahun) datang ikut memukul dan menendang korban.

Mendapat pukulan dan tendangan secara bertubi-tubi, korban berusaha berdiri sambil mencabut pisau yang diselipkan di pinggangnya.

Baca Juga :  Lagi, Bupati ROR Beri Santunan Duka Secara Langsung

Sayangnya, pisau tersebut berhasil direbut oleh AK kemudian langsung menikamkannya ke tubuh korban dan mengena di bagian perut sebelah kanan.

Akibat luka tikam tersebut, korban tidak lagi bisa bertahan hingga meregang nyawa dan ditemukan terkapar bersimbah darah di depan pintu rumah keluarga Gerungan-Watulingas dalam keadaan meninggal dunia.

Berdasarkan laporan Polisi nomor LP/09/ I/2019/Sulut/Polres Minahasa tanggal 3 Januari tahun 2019, Unit Resmob yang di pimpin langsung oleh Kanit Aiptu Rony Wentuk langsung turun ke TKP dan melakukan penyelidikan.

Setelah mendapatkan keterangan serta mengantongi identitas jelas pelaku pembunuhan, Unit Resmob segera melakukan pengejaran dan penyergapan terhadap tiga orang pelaku.

LK ditangkap di rumah kediamannya di Desa Watulaney. Sementara AK dan JK ditangkap di rumah orang tua perempuan mereka di Desa Tandengan Kecamatan Eris.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Minahasa

“Ketiga tersangka tersebut diatas diamankan tanpa adanya perlawanan. Selanjutnya langsung di giring ke Mapolres Minahasa bersama barang bukti sebilah pisau standlistill dalam keadaan patah,” ujar Kapolres.

“Para tersangka sementara diperiksa dan diambil keterangannya oleh penyidik Unit I Jatanras Polres Minahasa. Ketiga pelaku akan diproses sesuai dengan peran masing-masing dan dijerat dengan pasal 338 sub 170 ayat 2 ke-3 lebih sub pasal 351 ayat 3 junto 55 KUHPidana,” jelasnya.

Berikut data lengkap ketiga pelaku :

1. AK, umur 22 tahun pekerjaan tiada. Alamat Desa Watulaney kompleks Amian. (pelaku utama yang melakukan Penusukan dengan Pisau Standlistil)

2. JK, umur 25 tahun pekerjaan swasta. Alamat Desa Watulaney kompleks Amian. (melakukan penganiayaan dengan tangan terkepal)

3. LK umur 17 tahun, siswa SMA. Alamat Desa Watulaney kompleks Amian (melakukan penganiayaan dengan menggunakan kaki dengan cara menendang)

Penulis: Fiser Wakulu

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan