Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats Wagub Kandouw Tantang Badan POM Ditakuti Seperti di Amerika - Fajar Manado

Wagub Kandouw Tantang Badan POM Ditakuti Seperti di Amerika

Wagub Kandouw Tantang Badan POM Ditakuti Seperti di Amerika
Wagub Sulut Drs. Steven Kandouw memukul Tetengkoren ketika membuka Forum Interaktif Pengawasan Obat dan Makanan Pada Media Promosi Lokal di Hotel Aryaduta  Manado, Rabu (10/10/2018 ) pagi tadi.
Manado, Fajarmamado.com — Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Wagub Sulut) Drs. Steven Kandouw menantang Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) menjadi lembaga yang sangat ditakuti seperti di Amerika Serikat.

“Di Amerika ada 2 lembaga yang sangat ditakuti. Yang pertama adalah  IRS atau lembaga pajak dan ke dua badan POM,” katanya ketika membuka Forum Interaktif Pengawasan Obat dan Makanan Pada Media Promosi Lokal di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (10/10/2018 ) pagi tadi.

Wagub Kandouw mengisahkan  penjahat kakap Amerika, Al Capone yang dikenal sangat licin. Sekitar 30 tahun di kejar polisi tidak pernah tertangkap. Namun, apa yang terjadi, akhirnya dia djciduk setelah tersandung masalah pajak.

“Ada juga seorang penjahat yang tidak kalah besar, yaitu Lucky Luciano. Kejahatannya sangat mengurita tapi tidak pernah  tertangkap oleh polisi. (Namun) akhirnya  tertangkap oleh Badan POM karena bikin wisky oplosan,” jelasnya.

Wagub Kandouw mengungkapkan, di Amerika, mulai dari hotel, industri makanan, restoran besar, sedang, kecil sampai di rumah-rumah selalu diperiksa Badan POM setempat.

“Kalau badan POM cek higienitas di bawah 6 kandungannya, ada yang tidak beres, langsung ditutup. Mudah-mudahan badan POM Indonesia ditakuti seperti di Amerika,” katanya.

Kandouw pun mengungkap contoh kasus di Alexandria Mesir, yang dikenal sebagai pusat turis karena dikunjungi sekitar 7 juta wisatawan dalam setahun.

Sesuai berita koran, setengah di antaranya berasal dari Inggris. Suatu ketika, lanjut dia, ada pasutri yang menginap di salah satu hotel dan memesan makanan. Celakanya, habis makan tidak lagi bangun dari tidur, meninggal.

Baca Juga :  Sekot Lolowang Hadiri Rapat Paripurna Dalam Rangka Hut Provinsi Sulut

“Oleh pemerintah Inggris langsung melarang warganya ke Alexandria. Sebanyak 500 ribu turis yang sudah terjadwal dilarang ke sana lagi. Restoran, hotel, agen travel bangkrut semua,” ungkapnya.

Oleh karena itulah, Wagub Kandouw mengingatkan betapa penting dan krusialnya higienitas, kebersihan, keamanan obat dan makanan untuk kesehatan dan keselamatan manusia.

“Pak Gubernur menggebu- gebu buka penerbangan sehingga pertumbuhan turis kita paling tinggi di indonesia tapi sekali saja orang keracunan akan jadi sama dengan Alexandria di Mesir sana,” ujarnya.

Wagub Kandouw menambahkan, di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat, di era revolusi industri generasi ke empat.sehingga menjual rumah, mobil apalagi kosmetik dan bahan makan menjadi begitu gampang.

Para pelaku usaha berusaha mencari segala cara dengan memanfaatkan teknologi untuk menarik minat konsumen  melalui iklan -iklan yang tidak benar apalagi kandungan- kandunganya tidak jelas.

“Dengan adanya MOU Balai Besar  POM Manado dengan KPID ( Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ) Sulut, semoga bisa berguna untuk membagi informasi bagi masyarakat apalagi Sulut sedang gencar gencar pariwisata ini salah satu elemen  yang  bisa menjadi rintangan yang harus kita lawan,” paparnya.

Sebelumnya, Deputi Pengawasan Obat Tradisional Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BP POM,  Dra  Mayagustina Andarini Apt MSc mengatakan, pengawasan obat dan makan merupakan mandat yang diberikan kepada BP POM, termasuk pengawasan lebel dan iklan obat dan makanan.

Baca Juga :  Majelis Rakyat Papua Belajar Kerukunan Beragama di Sulut

“Pengawasan ini dilakukan menyeluruh oleh balai besar sebagai implementasi Perpres No 80 tahun 2017 tentang  pengawasan obat dan makanan,” jelasnya.

Menurut Mayagustina, Pengawasan iklan obat dan makanan dilakukan melalui primarket dan post market.

Primarket, lanjutnya, dilakukan pengawasan sebelum produk diedarkan yaitu pemberian nomor izin edar dari badan obat dan makanan.

“Pengawasan post market  produk dilakukan setelah ada di peredaran dan itu dilakukan dengan sampling pengawasan sarana dan iklan dan promosi dari produk itu,” paparnya.

Sementara pengawasan iklan obat dan makanan dilakukan Balai besar dan badan POM di seluruh wilayah Indonesia pada media lokal maupun nasional dan hasil pengawasan itu dilaporkan kepada badan POM untuk dilakukan tindak lanjut.

“Tindak lanjut terhadap iklan yang tidak memenuhi syarat dilakukan peringatan  tahap 1 dan 2 apalagi tidak di tindaklanjuti dilakukan tindakan keras dan apabila tidak diindahkan akan dilakukan pencabutan surat izin edar,” jelas Mayagustina.

Turut hadir Direktur pengawasan kosmetik Drs Arustiono Apt Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Dra Indriaty Tubagu Apt MKes. Kepala BB POM Manado.Dra Sandra M.P Linthin Apt MKes, Kepala Biro Kesra SetdaProv Sulut Dr Kartika Devi Tanos. MARS.

Penulis: Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan