Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Wagub: Saya Bukan KGPM Tapi Saya Bangga Kepada KGPM

Wagub: Saya Bukan KGPM Tapi Saya Bangga Kepada KGPM

Manado, Fajarmanado.com – Ketika lembaga gereja lain masih sibuk mempersoalkan masalah nasional terkait dengan fundamentalis dan intoleransi, Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) tetap konsisten mempertahankan komitmen kebangsaan.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Steven Kandouw, SE, saat membawakan sambutan dalam kegiatan Seminar Nasional Kebangsaan yang bertempat di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kamis (26/10). Seminar Nasional Kebangsaan yang dilaksanakan oleh KGPM mengangkat tema Merawat Toleransi, Satukan Nusantara‘ dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KGPM ke-84.

“Saya bukan KGPM tetapi Saya Bangga kepada KGPM, yang tetap konsisten memperjuangkan dan mempertahankan komitmen kebangsaan serta toleransi antar umat beragama di indonesia. Sementara lembaga gereja lain masih sibuk dengan mempersoalkan masalah nasional,” kata Wagub.

Ia melanjutkan, ditengah kompleksnya persoalan yan dialami oleh bangsa Indonesia, KGPM tetap menunjukan eksistensinya sebagai lembaga Spiritual yang merawat keutuhan NKRI. Seminar nasional kebangsaan yang digelar oleh KGPM memiliki makna yang strategis sekaligus bukti kepedulian yang tinggi terhadap keutuhan berbangsa dan bernegara dalam perspektif Indonesia.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi yang tinggi kepada KGPM atas pelaksanaan seminar nasional kebangsaan, sebagai bukti kongkrit kepedulian gereja dalam menyikapi persoalan fundamentalis, radikalisme dan intoleransi di Indonesia,” pungkasnya.

Pembukaan Seminar Kebangsaan Nasional yang dilaksanakan oleh KGPM, Kamis (26/10/2017), bertempat di Graha Bumi Beringin, Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana HUT KGPM ke-84 Ivanri Matu, menjelaskan bahwa tanggungjawab menjaga serta memelihara toleransi di NKRI bukan hanya menjadi tanggungjawab pihak pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat. KGPM sebagai Gereja Tuhan yang hadir dan berkarya di Bumi Nusantara, terpanggil untuk tetap konsisten mempertahankan komitmen kebangsaan.

“Provinsi Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Negara Philipina, dimana banyak kelompok-kelompok separatis, dan juga dikelilingi beberapa daerah konflik (Poso dan Ambon), menjadi jalur atau tempat dilewati oleh teroris. Hal ini menjadi tanda awas bagi kita semua untuk menjaga dan membangun toleransi di bumi Nyiur Melambai,” jelas Matu.

“Menyadari akan hal ini, maka sangat penting bagi semua elemen masyarakat untuk membangun komitmen, bersama-sama merawat toleransi antar sesama anak bangsa ditengah kompleksnya dinamika yang sedang terjadi di NKRI,” pungkasnya.

Kegiatan seminar yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemkot/pemkab di Wilayah Sulut, diikuti oleh instansi pemerintah, TNI, lembaga Keagamaan serta berbagai elemen masyarakat.

Penulis : Jones Mamitoho

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan