Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Wah..! Banyak Warga Miskin Tak Dapat Subsidi Listrik

Wah..! Banyak Warga Miskin Tak Dapat Subsidi Listrik
Manajer PLN Rayon Kawangkoan, Iwan Hutadjulu
Kawangkoan, Fajarmanado.com – Ini memiriskan. Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) ternyata masih banyak warga miskin yang memegang ‘kartu miskin’ tapi tidak memperoleh subsidi listrik.

“Kami binggung, memegang kartu keluarga miskin tapi tidak mendapat subsidi untuk penyambungan listrik dan pembayaran rekening listrik PLN,” kata Ventje, warga Kawangkoan, senada dengan pelanggan PLN lainnya.

Manajer PLN Rayon Kawangkoan Iwan Hutadjulu tak menampik kebenaran ini. “Maaf Pak. Kami tak bisa melayani permintaan subdisi dari pemohon mana pun kalau tidak masuk dalam data base yang ada pada PLN,” komentarnya kepada Fajarmanado.com di ruang kerjanya, Kamis (12/10/2017), siang tadi.

Namun untuk memasukkan keluarga pemegang kartu miskin sebagai penerima subsidi PLN, kata dia, pihaknya tak bisa sertamerta melakukannya. Nama dan nomor kartu miskin bersangkutan harus diinputkan ke basis data TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan).

“Itu pun ada prosedurnya. Sampaikan pengaduan ke kantor desa atau kantor kelurahan, kemudian oleh pihak kantor camat mengajukannya atau mengirim formulir khusus yang sudah diisi ke situs www.lapor.go.id. Setelah divalidasi, datanya akan masuk secara otomatis dan tercatat pada TNP2K,” jelasnya.

Iwan mengungkapkan, prosedur tersebut telah disampaikan pihaknya kepada para camat serta pemerintah kelurahan dan desa, baik secara langsung maupun melalui forum rapat koordinasi kecamatan (Rakorcam).

“Saya pun sudah bilang, kalau kesulitan kami siap membantu. Bila dibutuhkan saya akan kirim orang saya untuk memberikan petunjuk langsung di kantor camat apabila diminta,” ujar pria familiar ini.

Namun, ia mengaku belum ada satu pun dari 13 kecamatan wilayah kerja PLN Rayon Kawangkoan di Minahasa ini yang menindaklanjutinya. “Rata-rata mereka mengeluh tidak punya jaringan internet,” ungkapnya.

Wah..! Banyak Warga Miskin Tak Dapat Subsidi Listrik

Manajer PLN Rayon Kawangkoan Iwan Hutadjulu dan mantan GM PT PLN Suluttenggo Baringin Nababan memegang penghargaan Rayon Terbaik Survei TNP2K wilayah Suluttenggo pada 31 Juli 2017 ini.

Penerima subsidi PLN mendapat keringanan untuk pemasangan baru dan tarif per Kwh. Untuk biaya sambungan baru 400 VA hanya sekitar Rp600 ribu dan 900 VA Rp1.050.000.

“Begitu pun dengan tarif per Kwh jauh lebih murah karena hanya 605 rupiah, dibanding dengan non subsidi yang sebesar 1.352 rupiah per Kwh,” jelasnya.

Karena begitu meringankan pelanggan PLN bersubsidi, Iwan tidak membantah kalau ada keluarga yang tergolong mampu masuk dalam data base TNP2K karena memegang kartu, seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Memang saya sudah mendapati ada keluarga mampu, rumah permanen dan punya mobil pribadi tapi masuk dalam kelompok penerima subsidi. Terus terang saja, saya langsung coret dari daftar dan dikenakan tarif umum,” ungkapnya.

Ia mengakui ada beberapa faktor sehingga keluarga tergolong mampu memperoleh kartu miskin atau rentan miskin tersebut. Antara lain, faktor kedekatan dengan oknum lurah atau hukum tua.

“Atau pun, kalau di desa karena pengaruh politik. Yang pendukung hukum tua terpilih dimasukkan, yang bukan pendukung, sekalipun benar-benar miskin tidak diakomodir sebagai penerima subsidi,” papar Iwan.

Selain itu, data yang digunakan TNP2K berasal dari Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 yang memang sudah perlu dimutakhirkan kembali. Untuk itulah, TNP2K telah melakukan pencocokan kembali data keluarga miskin bekerjasama dengan PLN yang turun sampai di desa-desa selang Februari-Maret 2017.

“Jadi kalau ada pemegang kartu miskin yang benar-benar layak belum mendapat subsidi PLN, silahkan saja meminta bantuan pemerintah desa atau kelurahan dan kecamatan untuk didaftarkan,” tukasnya.

“Penyebab lain nama-nama mereka tidak masuk, mungkin karena datanya tercecer atau tidak terinputkan oleh BPS ke basis data TNP2K,” sambung pria, yang membawa PLN Rayon Kawangkoan menerima penghargaan Rayon Terbaik Survei TNP2K se wilayah Suluttenggo pada 31 Juli 2017 ini.

Penulis : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan