Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Wah..! Julyeta Runtuwene Diduga Jadi Dalang Penahanan Stanly Ering

Wah..! Julyeta Runtuwene Diduga Jadi Dalang Penahanan Stanly Ering
Stanly Ering (kiri), Julyeta Runtuwene (kanan).
Tondano, Fajarmanado.com – Sejak 30 Mei 2017, Stanly Ering, dosen di Universitas Negeri Manado (Unima) yang dikenal vokal ini mendekam di Lapas Kelas II B Tondano. Ia ditahan berdasarkan  amar putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 2165K/PID/2012 tanggal 23 Juli 2013 atas kasasi kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan mantan Rektor Unima Prof Dr Ph Tuerah MSi DEA pada 2011 silam.

Namun terpidana Stanly Ering kini mensinyalir jika ada skenario yang dimainkan oleh Julyeta Runtuwene, Rektor Unima saat ini bersama kroni-kroninya dibalik penahanannya.

“Bukti dari perjuangan saya sebelumnya telah ada. Yaitu mantan rektor diberhentikan sebelum masa jabatanya selesai. Tak hanya itu, gelar professor-nya juga dicabut,” ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.

Ering mengatakan, perjuangannya membersihkan Kampus Unima dari penjahat-penjahat akademik masih terus berlanjut. Karena itu, dirinya mati-matian menyuarakan soal dugaan ijasah palsu (Ipal) Rektor Unima saat ini, Juyeta Runtuwene.

Telebih soal dugaan ketakbecusan proses perkuliahan sehingga Runtuwene  perolehan gelar DEA dari salah satu universitas di Perancis, penyesuaian ijasah yang tak penuhi syarat, dan juga gelar profesornya yang diduga cacat hukum.

Bahkan berkaitan dengan apa yang terus diperjuangkanya ini, dirinya mengaku kerap menghadapi teror yang mengancam fisik dan nyawa keluarganya.

“Perjuangan ini telah membuahkan hasil bahwa Ombudsman meminta Menristek Dikti untuk meninjau kembali keabsahan dan penyetaraan ijazah doktor Rektor Unima saat ini, meninjau kembali gelar profesornya, dan mengevaluasi atau meninjau kembali SK jabatan Rektor Unima,” jelas Ering.

Sementara itu, pihak Unima saat dikonfirmasi melalui Pembantu Rektor IV, yang membidangi hubungan masyarakat, Roni Tuna, dengan tegas membantah semua pernyataan Ering tersebut

Menurutnya, apa yang disampaikan itu tidak ada kaitannya dengan Ijasah Runtuwene.  “Itu persoalan dirinya dengan mantan rektor dan harus dijalani berdasarkan putusan kasasi dr MA. Tidak benar jika ada hubungan dan menyebut dalangnya adalah Rektor saat ini karena itu putusan pengadilan,” ujar Tuna Senin (19/06/2017), sore tadi.

Tuna menegaskan, tidak ada yang bisa memaksakan lembaga hukum tertentu seperti Kejaksaan untuk melakukan penegakkan hukum. “Namun jika Stanly Ering beropini seperti itu, yah itu haknya,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Kejari Minahasa, Saptana Setyabudi SH MH melalui Kasi Intel, Ryan Untu SH menegaskan, upaya eksekusi yang dilakukan oleh pihaknya tidak terkait dengan kepentingan dari luar, melainkan dilakukan berdasarkan putusan hukum Kasasi yang diterima pihaknya.

Seperti diketahui, berdasarkan putusan MA nomor 2165K/PID/2012 tanggal 23 Juli 2013, Stenly Ering dijatuhi pidana kurungan 5 bulan penjara dan membayar biaya administrasi.

“Eksekusi juga dikuatkan dengan surat perintah yang kami terima sejak bulan  Agustus tahun 2016 lalu,” ungkap Kajari Saptana Setyabudi SH MH.

Menurutnya, Kejari mulai melacak keberadaan Ering sejak 31 Maret 2017 lalu namun sedikit menemui kesulitan karena bersangkutan lebih banyak berada di luar daerah.

“Ini terkait kasus tahun 2011 lalu saat dilaporkan oleh Prof Dr Ph Tuerah MSi DEA ketika masih menjabat sebagai Rektor Unima,” tjelasnya.

Penulis : Fiser Wakulu

Editor    : Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan