Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Sorot Kwalitas, Warga Pertanyakan Jalur Hijau di Amurang

Sorot Kwalitas, Warga Pertanyakan Jalur Hijau di Amurang
SUASANA jalan dua arah di Amurang yang tak memiliki jalur hijau. Akibatnya, Amurang tambah panas lantaran tak memiliki jalur hijau tersebut.
Amurang, Fajarmanado.com – Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE sangat getol membangun infrastuktur jalan di Kota Amurang. Bagian dari jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ini pun terus diperlebar dan ditata dengan skema anggaran multy year. Namun keberadaan jalan dua jalur ini mulai memunculkan tanda tanya. Selain kwalitasnya diragukan, juga belum semuanya dilengkapi dengan prasarana jalur hijau.

“Kalau kita amati, pembangunan jalan dua arah di Amurang-Tumpaan sudah hampir selesai. Hanya saja, belum terlihat apakah sepanjang jalan itu akan didukung dengan jalur hijau atau tidak,” komentar Drs Ferry Mohede, pemerhati pembangunan Minsel kepada Fajarmanado.com di Amurang, Rabu (24/05/2017).

Ia menilai kwalitas pekerjaannya, yang ditangani sejumlah kontraktor selama beberapa tahun terakhir sangat diragukan karena terkesan asal, termasuk penanaman bunga di jalur pembatas dua jalur.

“Saya tidak mau banyak bicara, lihat saja sendiri sudah banyak bagian yang rusak, berlubang sehingga mulai ditambal kembali. Begitu pun di depan rumah-rumah penduduk tak terlihat adanya sisa lahan untuk jalur hijau,” ujarnya.

Ketika melakukan pemantauan, Wartawan Fajarmanado.com  tak melihat ketersediaan lahan untuk jalur hijau di sepanjang jalan Tumpaan-Amurang. Bahkan, sebagian rumah penduduk berdiri mepet dengan drainase, yang merupakan lokasi pagar rumah. Tak heran, ketika panas mengengat nyaris tak ada tempat berteduh bagi pejalan kaki.

Mohede juga mengatakan, pembangunan jalan dua jalar tersebut sebenarnya adalah proyek prestisius dari Pemkab Minsel. Jangankan bagi warga setempat, para pelintas jalan Trans Sulawesi antarprovinsi pun bangga dengan kebijakan pelebaran dan penataan jalan dua jalur di ibu kota Kabupaten Minsel ini.

“Sayangnya, kalau tak memiliki jalur hijau maka akan terkesan gersang. Untuk itu, Pemkab harus mencari solusi agar di dua sisi jalan Trans Sulawesi di Amurang-Tumpaan ini bisa ditanami pohon, yang manfaatnya sangat banyak untuk hajat hidup orang banyak .

“Kabarnya, ketika dilakukan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan, Pemkab Minsel membayar bukan hanya untuk area manfaat jalan tetapi juga ada sekitar 50 centimeter yang disisakan  untuk jalur hijau. Tapi entahlah, karena kenyataannya tidak lagi lahan yang tersisa,” papar Mohede.

Plt Kepala Dinas PUPR Minsel Rudy Tumiwa, ST MM melalui Kepala Bidang Tata Ruang Jerry Sadrak, ST mengaku bila desain proyek pelebran jalan dan pembebasan lahan menyisahkan lahan untuk lajur hijau.

“Sewaktu pembayaran ganti rugi, sudah disampaikan kepada masyarakat harus menyisahkan sekitar 50 centimeter atau di dalam setiap pekarangan rumah. Tapi kenyataannya jadi lain sehingga terkesan kami tidak memprogramkan sampai ke sana,” ujar Sadrak.

“Makanya kami sedang berusaha mencari solusi supaya tetap ada jalur hijau di sepanjang jalan itu,” pungkasnya.

(andries)

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Tinggalkan Balasan