Likbar,Fajarmanado.com – Setelah 2 tahun sempat berhenti beroprasi karena pandemi Covid 19, kini objek wisata Mirda di desa Sonsilo kecamatan Likupang Barat akan dibuka dalam waktu dekat. Objek wisata yang dikelola oleh Bumdes ini menyajikan keasrian hutan mangrove serta wahana luncuran aladin serta beberapa spot selfie sehingga menambah daya tarik para wisatawan.
Ketua Bumdes desa Sonsilo Finkli Katamona mengatakan, objek wisata Mirda merupakan objek wisata andalan desa Sonsilo sebagai penyangga Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang. Selain memiliki berada dikawasan hutan mangrove diareal objek wisata Mirda juga memiliki arena bermain luncuran aladin sehingga saat banyak menarik minat para pengunjung yang dari dalam maupun luar daerah.

“Kami bersyukur karena objek wisata Mirda akan kembali dibuka dalam waktu dekat. Sebagai pengelola objek wisata, kami pengurus Bumdes menyampaikan terima kasih dan apreseasi kepada Plt. Hukum tua Swengly Takainginan yang telah mengambil kebijakan untuk membuka kembali objek wisata Mirda yang sempat ditutup 2 tahun karena covid.”kata Finkli yang didampingi bendahara Naomi Manansang dan Sekretaris Visilia Katamona, Sabtu (3/6).
Finkli menjelaskan, Bumdes desa Sonsilo sebagai pengelola objek wisata Mirda mendapat penyertaan modal dari pemerintah desa melalui dana desa sebesar Rp.50 juta rupiah yang diberikan 2 kali sehingga total penyertaan modal sebesar Rp.100 juta rupiah. Dari total anggaran tersebut dibelanjakan lampu serta perlengkapa untuk memperindah objek wisata serta peralatan yang akan digunakan di warung Bumdes yang berada di dalam objek wisata sebesar Rp.30 Juta rupiah.

” Dana yang kami tarik dari kas Bumdes sekitar Rp.30 juta rupiah digunakan untuk belanja lampu, mesin las, kabel, serta pembuatan 2 toilet. Selain itu, untuk warung yang dikelola Bumdes kami juga membeli kulkas pendingin dan bahan dagangan yang dijual diareal kawasan wisata.”jelas Fikli.
Ia menambahkan, objek wisata tersebut selama beroprasi lebih kurang 2 bulan, dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp.16 juta rupiah yang kemudian Rp.4jt rupiah digunakan untuk membeli kursi 10 lusin dan terpal tenda ukuran 4×6 meter. Saat ini menurutnya dana Bumdes desa Sonsilo yang masih tersimpan direkening Bumdes Rp 70 juta lebih.

Ia berharap dengan dibukanya kembali objek wisata Mirda ini, akan mengundang banyak pengunjung sehingga pendapatan Bumdes sebagai badan usaha milik desa akan meningkat dan dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan desa melalui PADes.(Joel)

