Soal MBG Amis dari Dapur Bengkol, Meyvi Oknum Ketua Yayasan CLN Dituding Bohongi Pejabat BGN
Inilah penampakan penggalan ayam goreng yang didistribusikan dapur SPPG Bengkol mitra Yayasan Cahaya Langowan Nusantara pada Rabu, 14 Mei 2025. Foto: Fajarmanado.com/Lukhy.

Soal MBG Amis dari Dapur Bengkol, Meyvi Oknum Ketua Yayasan CLN Dituding Bohongi Pejabat BGN

Manado, Fajarmanado.com–Badan Gizi Nasional (BGN) merespon viralnya soal paket makanan bergizi gratis (MBG) amis yang disuplai melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bengkol, Kota Manado.

Paket MBG yang dilaporkan sudah berbau busuk itu dibagikan oleh SPPG yang dikelola Yayasan Cahaya Langowan Nusantara (CLN) sebagai mitra MBG.

Paket itu, diantaranya didistribusikan dan dikabarkan telah dikonsumsi oleh sebagian besar dari 300 lebih siswa di SD Negeri 4/82 Pandu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado pada Rabu, 14 Mei 2025.

Atas kabar tersebut, didampingi Ketua Yayasan CLN, Meyvi Lumangkun, Pejabat BGN melakukan sidak di SPPG Bengkol yang berada di ruas jalan SH Sarundajang, Kota Manado pada Kamis, 15 Mei 2025.

Temuan di lapangan, BGN membenarkan terjadi kelalaian distribusi makanan dari SPPG Bengkol berupa menu daging ayam yang tidak layak lagi dikonsumsi.

SPPG dapur Bengkol mengakui ada sebagian daging ayam yang berbau gegara terjadi gangguan sistim pendingin (freezer).

Namun, pihak pengelola dapur SPPG Bengkol dan Yayasan CLN kompak menyatakan jika semua paket MBG yang berisi daging ayam berbau itu langsung ditarik sehingga tidak sempat dikonsumsi para siswa.

“Kami menarik kembali paket makanan tidak layak itu sebelum disantap dan sebagian diganti yang baru,” demikian serentak dikatakan SPPG Bengkol kepada pejabat BGN dan mitra yayasan, dikutip Komentarnews.co.

“Kami pihak yayasan ketika mendapat kabar ada paket makanan gratis yang tidak layak langsung ditarik dan diganti. Dan dipastikan, paket makanan itu tidak dikonsumsi siswa agar terhindar persoalan kesehatan. Kami mitra yayasan pun meminta agar penerima makanan bergizi gratis mulai siswa pelajar, orang tua dan guru ketika mendapati makanan yang tidak layak komsumsi langsung bertindak dan laporkan ke SPPG yang bertugas,” imbuh Lumangkun sambil memohon maaf.

Pembohongan

Menanggapi hal tersebut, para orang tua siswa menuding bahwa oknum Ketua Yayasan CLN Meyvi Lumangkun dan pihak pengelola dapur SPPG Bengkol telah melakukan pembohongan.

Apa yang disampaikan SPPG Bengkol dan Yayasan CLN serta salahsatu oknum kepala sekolah, tidak sesuai fakta di lapangan.

“Siapa bilang tidak sempat dikonsumsi siswa. Apakah anak sekolah dasar yang masih polos berbohong pada ibunya,” ujar orang tua siswa.

Ia kemudian menunjuk reaksi Putri, salahsatu murid SDN 4/82 Pandu, Kota Manado sepulangnya di rumah. ”Ma di sekolah kita dikasi makanan busuk.”

Baca: https://fajarmanado.com/2025/05/14/miris-makanan-busuk-gratis-disajikan-oleh-yayasan-cahaya-langowan-milik-meyvi-lumangkun-pihak-sekolah-jadikan-makanan-anjing/

Oleh karena itu, baik orang tua siswa maupun guru-guru mendesak BGN untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja mitra kerjanya yang abai menunaikan kewajiban.

“Ini persoalan nama baik pemerintahan Probowo-Gibran. Tak kalah penting juga, masa depan generasi bangga. Jadi BGN harus bertindak tegas, karena ini persoalan kesehatan siswa,” tandas orang tua siswa.

 

[lukhy/heru]