Kawangkoan, Fajarmanado.com — Setelah di Kabupaten Minahasa Selatan pekan lalu, kini giliran Kabupaten Minahasa yang disasar operasi pasar bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut).
Hanya saja, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 2025 di tengah melonjaknya aneka kebutuhan dasar masyarakat tersebut, hanya menyasar 15 dari 25 kecamatan di daerah toar lumimuut.
“Ya, (hanya) di 10 kecamatan. Kan, mulai besok Pemkab Minahasa juga melakukan kegiatan yang sama,” komentar Analisis Pangan Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulut, Juliana Pongajow, STP di Kantor Camat Kawangkoan, Rabu siang, 16 Juli 2025.
Menjawab Fajarmanado.com, Juli, sapaan karibnya, mengatakan, GPM Pemprov Sulut menggandeng Bulog untuk menyediakan stok beras SPHP. Sementara lainnya, disediakan oleh Pemprov melalui Dinas Ketahanan Pangan Daerah.
Khusus titik GPM Kawangkoan, katanya, menyediakan 400 kantong plastik beras 5 kilogram (kg), 45 kg bawang merah, 25 kg bawang putih, 50 kg gula, 50 baki telur ayam, 25 dos atau 300 liter minyak goreng, 20 kg ayam daging dan aneka buah-buahan segar.
“Jumlah sasaran programnya sebanyak 200 orang yang dibuktikan dengan KTP. Jadi, khusus beras, maka setiap orang dapat jatah maksimal dua kantong,” ujar Juli yang bertindak sebagai koordinator GPM di Kawankoan.
Reaksi Masyarakat
Menjadi sasaran program GPM dari Pemprov Sulut, umumnya masyarakat memberikan apresiasi kepada Gubernur Yulius Selvanus dan Johanes Victor Mailangkay.
Langkah ini dinilai sangat tepat di tengah melonjaknya harga berbagai jenis bahan pokok (bapok), apalagi dalam memenuhi kebutuhan Pengucapan Syukur di Kabupaten Minahasa pada Minggu, 20 Juli mendatang.
“Makanya, walaupun tahan lapar, kami rela menunggu,” ujar Yanty Tumbelaka dan sejumlah ibu rumah tangga lainnya sekira Pukul 13.45 Wita tadi.
Meski diwarnai hujan deras, ratusan warga yang didominasi ibu-ibu, terpantau tak beranjak di dalam dan luar Kantor Camat Kawangkoan sejak pendaftaran calon pembeli sekira Pukul 09.00 Wita, pagi.
Pasalnya, pelayanan transaksi beras SPHP baru bisa dimulai pada Pukul 12.45 Wita gegara mobil penggangkutnya baru tiba di lokasi sekitar 30 menit sebelumnya.
“Soalnya mobil yang mengangkut beras ini kempis ban di jalan tadi. Jadi kami terpaksa ganti mobil,” kilah seorang petugas berpakaian biru dongker.
Kendati pelayanan terlambat, namun sebagian besar bapok GPM di Kawangkoan nyaris ludes semuanya. Yang tersisa tinggal sedikit buah-buahan dan bawang merah.
Berikut jadwal dan lokasi GPM 2025 di Minahasa:
Rabu, 16 Juli
1. Kecamatan Sonder di Kantor Camat.
2. Kecamatan Tompaso Barat di Kantor Camat.
3. Kecamatan Kawangkoan di Kantor Camat.
4. Kecamatan Remboken di Kantor Camat.
5. Kecamatan Kawangkoan Barat di Kantor Camat.
Kamis, 17 Juli
1. Kecamatan Tondano Timur di Kantor Kelurahan Papakelan.
2. Kecamatan Eris di Desa Ranomerut.
3. Kecamatan Lembean Timur di Kantor Camat.
4. Kecamatan Kakas di Kantor Camat.
5. Kecamatan Langowan Selatan di Kantor Camat.
Jumat, 18 Juli
1. Kecamatan Tombariri di Balai Desa Borgo.
2. Kecamatan Mandolang di Kantor Desa Tateli Tiga.
3. Kecamatan Tombariri Timur di Balai Desa Lemoh.
4. Kecamatan Pineleng di Desa Warembungan.
5. Kecamatan Pineleng di Desa Pineleng.
[heru]

