Kawangkoan, Fajarmanado.com –Di masa pemerintahan Provinsi Sulut semakin gencar mempromosikan potensi wisata alam dan budaya daerah Nyiur Melambai ke mancanegara, ternyata masih juga ada wisatawan lokal yang membuang sampah sembarangan.
Pemandangan ini terlihat langsung oleh Generasi Penerus Minahasa Tengah (GP Minteng), Senin (12/9) pagi tadi di ruas jalan Sonder-Kawangkoan, Minahasa.
Dari dalam sebuah mobil Toyota Avansa, beberapa kali terlihat berjatuhan sampah aneka jenis. Pertama memasuki Sonder, kemudian di Desa Kiawa Kecamatan Kawangkoan Utara dan terakhir di pertokoan Kawangkoan.
“Melihat itu, kami berusaha menyusul tapi baru berhasil ketika kami mengambil jalan pintas dan menunggu di Kelurahan Sendangan Selatan (Kawangkoan),” kata Penasehat GP Minteng, Berry Mapaliey, SH.
Ketika itu, sopir mobil pribadi warna gelap yang hendak menuju objek wisata Bukit Kasih Kanonang tersebut sempat kaget.
“Kami hanya mengingatkan agar si sopir itu menegur para penumpangnya supaya jangan membuang sampah sembarangan, apa jadinya kesan daerah kita sebagai tujuan wisata kalau warganya sendiri hanya sembarangan membuang sampah,” ketusnya.
Namun demikian, Mapaliey juga tak menampik jika sikap para wisatawan domestik tersebut dilakukan karena kemungkinan mobil tidak dilengkapi dengan tempat sampah.
“Jadi, para sopir atau pemilik angkutan perlu juga diberi penyadaran, atau instruksi oleh pemerintah daerah supaya menyediakan tempat sampah yang representatif di dalam mobil agar penumpangnya tidak seenaknya membuang sampah,” ungkapnya.
Sukses program pariwisata, lanjutnya, tidak akan tercapai apabila tidak didukung sepenuhnya oleh masyarakat.
“Gebrakan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur sudah berhasil mendatangkan wisatawan mancanegara di daerah ini. Tapi kalau masyarakat tidak mendukung melalui sikap dan tindakan, pasti akan mencitrakan jelek dan wisatawan mancanegara yang datang tidak akan mempromosikan pesona wisata daerah kita kepada rekan-rekan mereka,” jelasnya.
(ely)

