MITRA – Perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) dalam menunjang dan menggerakkan perekonomian masyarakat ternyata berdampak sangat signifikan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai terobosan dan kiat-kiat yang dilakukan Pemkab Mitra mampu menjadi lokomotif penggerak sektor perdagangan, perikanan, kelautan, pertanian dan perkebunan.
Pemerintah Kabupaten senantiasa terus berkomitmen membangun fasilitas publik yang menjangkau segenap lapisan masyarakat sampai di pelosok-pelosok pedesaan. Mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan sampai pada pembangunan pasar-pasar yang representatif dan nyaman.

Sarana dan prasarana pasar rakyat, seperti Pasar Tombatu, Pasar Touluaan, Pasar Tua Tombatu, telah berhasil dibangun dan dipoles sehingga sudah digunakan pada tahun 2016.
Sementara itu Pasar Modern Ratahan yang merupakan pasar modern pertama di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini, hampir rampung di bangun dan direncanakan bisa tuntas dan digunakan pada awal tahun 2017.
Untuk menjamin pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Bupati James Sumendap menjadi satu-satunya kepala daerah di Sulut yang berani bersikap dan mengambil kebijakan menolak jaringan bisnis kartel ritel dibuka di wilayah Mitra.

Sikap pro ekonomi rakyat ini sengaja ditempuh Bupati James Sumendap untuk melindungi para pedagang kecil sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan.
Di bidang perikanan dan kelautan baik dalam produksi ikan tangkap, ikan budidaya, ikan olahan, terus juga berkembang sehingga memberikan dampak dalam peningkatan kesejahteraan nelayan.

Ya, tak heran Mitra tampil menjadi daerah penyuplai hasil produksi perikanan utama di Sulut.
Begitu pun untuk semakin mewujudkan sektor perkebunan sebagai salahsatu sektor andalan, Pemkab Mitra senantiasa menyediakan dan memberikan bantuan bibit kepada petani. Sampai saat ini tercatat telah ratusan ribu bibit kelapa dan cengkih yang disalurkan untuk meningkatkan produksi ke dua komoditas perkebunan unggulan Mitra ini.

(adv)

