Manado, Fajarmanado – Dalam rangka menjaga dan memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban di propinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kepolisian Daerah (Polda) Sulut terus melakukan berbagai upaya preventif. Bertempat di aula Tribata Mapolda Sulut, Senin (14/11), Polda Sulut menggelar tatap muka bersama masyarakat Sulawesi Utara.
Difasilitasi oleh Dit Binmas Polda Sulut, acara tatap muka dihadiri Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) ini dan Pimpinan Forkopimda Sulut diantaranya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH, Dan Lantamal, perwakilan Korem, perwakilan Kajati dan Wakil Walikota Manado.
Kapolda Sulut Irjen Pol Wilmar Marpaung mengatakan kegiatan tatap muka ini membahas upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.
“Kegiatan tatap muka ini lebih membahas upaya-upaya pemeliharan keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Utara,” jelas Marpaung.
Dalam kesempatan ini, Marpaung mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan Sulut aman, tertib dan kondusif, tidak terpengaruh oleh provokasi-provokasi dari luar terutama dari media sosial.
“Kalau ada informasi-informasi yang menyesatkan yang ingin mengadu domba, tolong jangan diterima begitu saja, tapi konfirmasi kepada aparat keamanan,” himbau Kapolda.
Beliau juga berharap tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan ormas dapat meneruskan imbauan ini kepada komunitasnya agar tidak mudah ter-provokasi.
“Jadi torang samua basudara, torang samua ciptaan Tuhan, baku-baku bae, baku- baku sayang, ini harus kita pelihara dan kita gelorakan,” lanjutnya.
Ditegaskan Marpaung, sampai saat situasi kamtibmas di Sulawesi Utara tetap aman dan terkendali. Harapan Kapolda, di Sulut jangan ada demo.
“Semua diserahkan kepada proses hukum yang ada, apapun yang diputuskan oleh aparat penegak hukum, itulah yang terbaik,” tegas Kapolda.
Senada dengan Kapolda, Gubernur Sulut mengatakan, sering terjadinya kesalahan penyampaian informasi di Sulut di karenakan banyak informasi yang tidak jelas kebenarannya.
Hal ini bisa memunculkan tindakan provokasi oleh kelompok yang memanfaatkan situasi tersebut untuk memecah-belah kerukunan dan kedamaian antar umat beragama. Jadi sangat penting adannya konsolidasi antar umat beragama, kata Olly.
“Setiap kompromi dari kesadaran dalam berjuang mendorong untuk saling menjaga, bukan untuk memprovokasi sehingga menjadi titik tolak kehancuran kerukunan dalam masyarakat,” tegas Gubernur.
(Fred)

