Kawangkoan, Fajarmanado.com – Kepala Urusan Pembinaan dan Operasi (Kaur Bin Ops) Lantas Polres Minahasa Iptu Ayon Supriyono memberikan kiat-kiat segar kepada para sopir agar bisa aman di sepanjang perjalanan sampai di tujuan.
“Ketika bangun jangan lupa melakukan tahap-rahap safety riding,” katanya mengawali pembicaraan pada Sosialisasi “Penyuluhan Bagi Para Sopir/Juru Mudi untuk Peningkatan Keselamatan Penumpang” di Terminal Kawangkoan, Kamis (24/11), siang tadi.
Safety Riding adalah perilaku berkendara yang secara ideal memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain. Safety Riding bisa juga diartikan sebagai cara berkendara yang aman dan nyaman, baik bagi pengendara itu sendiri maupun terhadap pengendara lain.
Sebelum menghidupkan mesin mobil, katanya, membuka deksel dan memeriksa oli, air radiator dan kabel-kabel apakah telah cukup dan terkoneksi dengan baik semua. “Kalau oke, hidupkanlah mesin,” katanya.
Saat mesin hidup, dengar baik-baik apakah ada kejanggalan atau tidak sambil memeriksa kondisi ban dan perlengkapan kendaraan lainnya. Jika semua bagus dan tersedia, saat duduk di belakang stir perhatikan kaca spion kanan dan kiri serta atur kaca spin tengah.
“Jangan pegang kacanya, bisa kabur dan mengganggu pemandangan,” ujar Ayon, yang dikenal telah bertahun-tahun bertugas di ‘jalanan’ ini.
Selanjutnya, buka bagasi depan, ambil dan periksa surat-surat kendaraan, STNK, SIM dan lainnya. Bila ada yang sudah lewat masa berlaku, jangan gusar. Berdoalah minta hikmat dan kebijaksanaan dati Tuhan.
Sebagai kendaraan angkutan umum, tentu yang dituju adalah terminal sebagai tempat memuat dan menurunkan penumpang.
“Konsultasikan dengan Kater (Kepala Terminal) kalau ada kekurangan untuk cari solusi bersama,” ujarnya. Dia yakin pasti akan ada jalan keluar yang terbaik.
“Saat Anda siap berangkat, ajaklah para penumpang untuk berdoa supaya dituntunNya sampai di terminal tujuan,” kata Ayon.
Ketika mengemudikan mobil, katanya, jangan lihat kanan kiri, fokus melihat ke depan. Jangan memedulikan kalau ada mobil di belakang. Spion kiri kanan hanya berfungsi sebagai media kontrol saja.
“Kalau tiba-tiba mobil kamu ditabrak dari belakang, bukan salah Anda. Itu kesalahan sopir yang menabrak dari belakang,” katanya.
Tidak ada alasan untuk mempersalahkan mobil yang ditabrak dari belakang. Namanya dia yang menabrak maka dialah yang salah sesuai undang-undang lalulintas,” sambung Ayon.
Namun di sepanjang perjalanan, perhatikan rambu-rambu lalulintas dan marka jalan. Perhatikan pula kondisi jalan, jangan-jangan ada yang berlubang atau licin karena hujan.
Setibanya di terminal tujuan, Ayon menyarankan supaya jangan lupa berdoa kembali, karena telah ditibakan dengan selamat.
Menurut Ayon, ada empat faktor safety riding yang harus diperhatikan, yakni, manusia atau sopir, kodisi kendaraan, infrastruktur jalan dan kodisi alam.
“Sesuai data faktor manusia menjadi penyebab terbesar dalam peristiwa kecelakaan di Indonesia maupun di dunia.”Di Minahasa sendiri, sejak tahun 2010 rata-rata dua orang meninggal setiap bulan,” ungkapnya.
Karena itulah, lanjutnya, sebagai sopir harus terus mempersiapkan kodisi kesehatan supaya tetap prima ketika mengemudikan kendaraan.
Ayon juga mengungkapkan kiat lain agar terhindar dari kecelakaan di jalan. “Ketika mobil di depan kita atau hendak berpapasan dengan kita berhenti menurunkan penumpang, apa yang harus dilihat,” tanyanya.
Sebagian besar sopir, meski dengan suara agak pelan, mengatakan, lampu rem.
“Ini kiatnya. Yang harus diperhatikan bagian bawah mobil itu, jangan-jangan penumpang yang turun langsung menyebrang. Bisa saja kita menabraknya saat melambung,” jelas pria berkulit gelap ini.
Acara itu sendiri, selain para sopir, pengusaha angkutan dan masyarakat umum, juga dihadiri Kepala Dishubkominfo Minahasa Siby Sengke, SSos, MAP, Camat Kawangkoan Dra Meike Rantung, Kapolsek Iptu Dartha Bambang Daipaha beserta para hukum tua dan lurah Kawangkoan raya.
(ely)

