Manado, Fajarmanado.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Manado, Jumat (25/12) kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kali ini kegiatan dengan tema Kesadaran, Sosialisasi atau Efek Jera; Solusi Manado Bersih, diselenggarakan di kantor DPRD Kota Manado dengan pembicara Wakil Walikota Manado Mor D Bastiaan dan Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone.
Kegiatan FGD ini juga menghadirkan Plt Sekretaris Kota Manado Rum Usulu, Ketua Badan Legislasi Hengky Kawalo, Wakil Ketua Badan Legislasi Stenly Tamo, tokoh nelayan Ronny Mamesah, akademisi dan hampir seluruh kepala dinas dan kepala bagian yang berhubungan dengan dunia lingkungan seperti tema utama soal persampahan tersebut.
Wakil Walikota Manado Mor D Bastiaan berbicara lebih dahulu. Dalam paparannya, Mor mengatakan, sampah merupakan masalah sehari-hari di hampir semua Negara.
“Pemkot memang menghadapi masalah sampah, bahkan Manado sempat dikenakan darurat sampah sehingga perlu esktra keras untuk menangani hal ini,” papar Mor.
Dia mengatakan, salah satu kebijakan yang dilakukan Pemkot Manado adalah sejak Juli pengelolaan sampah dialihkan ke kecamatan.
“Semua petugas dan kendaraan dialihkan ke kecamatan,” papar dia.
Mor menambahkan, dengan perkembangan perekonomian yang berujung pada peningkatan volume sampah, armada sampah tidak seimbang. “Hanya setengah yang bisa diangkut. Sementara kondisi kendaraan juga sudah tua sehingga memang perlu ada penambahan armada dan petugas sampah,” ujar Mor.
Politisi dari Partai Demokrat ini mengatakan, pada APBD perubahan ini dianggarkan motor sampah. “dari 504 lingkungan, dan yang ada baru 100 lebih akan diberikan,” ujar dia.
Sementara, Ketua DPRD Kota Manado Nortje Van Bone mengakui, terkait masalah aturan memang perlu diperbaharui seiring dengan kemajuan pembangunan yang berdampak pada meningkatnya persoalan sampah.
“Polemik sampah memang menjadi persoalan di Manado, kesadaran membuang sampah masyarakat masih kurang,” papar dia sambil menambahkan, DPRD terus berupaya membantu Pemkot Manado dalam menyiapkan peralatan sampah maupun petugasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Manado, Hengky Noch Kawalo mengatakan, persoalan juga ada pada penegakan Perda yang belum optimal, selain ada tumpang tindih aturan.
“Penindakan dari Pemkot Manado tidak tegas,” ujar Hengky.
Dalam sesi diskusi yang dipimpin moderator Ishak Kusrant ini, tokoh nelayan Ronny Mamesah mengatakan, masyarakat belum ada kesadaran membuang sampah pada tempatnya.
Selain itu, lanjut Ronny, reklamasi juga jadi persoalan besar di sektor lingkungan termasuk masalah sampah.
“Karena ada reklamasi, perubahan pola arus, maka sampah berceceran,” ujar Ronny.
Sedangkan Veralyn Maabuat, akademisi dari Fakultas MIPA Unsrat, mengatakan, saat melakukan penelitian di tahun 2015 untuk daerah pesisir persoalannya juga terkait sampah.

