“Masalah pesisir adalah sampah, ada sampah kiriman, dan limbah rumah tangga di buang ke laut. Di sisi lain kesadaran masyarakat masih kurang, dan juga kurangnya sosialisasi dari instansi terkait tentang sampah,” ujar Veralyn sambil menambahkan penegakkan aturan juga belum maksimal.
Kusrant dalam kesimpulannya menyatakan, persoalan tingginya volume sampah, kurangnya armada, masih rendahnya kesadaran masyarakat, serta minimnya sosialisasi dan penegakan aturan terkait sampah menjadi persoalan mendasar bagaimana menciptakan Manado bersih.
Dalam FGD yang berlangsung lebih dari 2 jam ini, turut hadir dan memberikan masukan yakni Kepala Dinas Kebersihan Kota Manado, Julises Oehlers, Kabag Hukum Setdakot Paul Sualang, Camat Malalayang, Laurens Umboh, Camat Mapanget Danny Kumajas, Camat Wanea, Sammy Kaawoan, Camat Bunaken, Welliam Wongkar dan Camat Bunaken Kepulauan, Robert Dauhan. Selain itu juga dari kalangan DPRD Kota Manado yakni Benny Parasan dan Stenly Tamo.
Ketua AJI Manado, Yoseph Ikanubun dalam pengantar sebelum FGD mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian program AJI Manado yang didukung oleh lembaga donor dari Canada yakni Development and Peace.
“Sudah sejak tahun 2015 kami menjalankan program penguatan jurnalis untuk isu lingkungan. Tahun 2016 ini ada 21 kegiatan, salah satunya adalah advokasi kebijakan seperti yang dilakukan bersama Pemkot dan DPRD Kota Manado dalam FGD ini,” ujar Ikanubun.
(Fred)

