Kawangkoan, Fajarmanado.com – Ribuan Lansia menyemut di Stadion Kawangkoan, Jumat (9/12). Mereka datang menghadiri ibadah Natal 2016 Komda Lansia Minahasa. Panitia penyelenggara pun, mengaku kelabakan.
“Kami prediksikan hanya sekitar 3 ribu orang yang akan hadir, ternyata yang datang jauh melebihi dan melampaui target,” kata personil panitia penyelenggara, Theo Umbas, SSTP dan Leslie Sarajar, SIP kepada Fajarmanado.com, pagi tadi.
Sekitar pukul 9 pagi, dua tribun tertutup dan 14 tenda yang disediakan panitia telah disesaki para Lansia yang berdatangan dari 25 kecamatan di Minahasa. Padahal, bangku stadion di Kelurahan Sendangan Selatan, Kecamatan Kawangkoan ini ada sekitar 1.200 buah.

Begitu pun 14 tenda yang didirikan berbentuk huruf U di lapangan sepak bola, juga sudah terisi penuh. Tiap tenda berisikan sekitar 100 kursi, belum terhitung dengan tiga sampai empat deretan kursi yang terpaksa diatur di sisi luar tenda-tenda itu.
Theo pun terlihat sibuk berkoordinasi dengan para personil penyelenggaran. “Tolong tambah kursi dan tambah pesan makanan. Kasihan, jangan sampai ada peserta yang tidak mendapat tempat duduk dan makanan sebentar,” ujarnya melalui telepon selular.
Menjelang ibadah yang dipimpin Ketua Majelis Gembala (MG) KGPM Teddyus Batasina, STh pada pukul 10.30 Wita, beberapa mobil pick up muncul bermuatan kursi pelastik. Sontak saja diserbu para Lansia, yang masih bertahan berdiri dan hanya duduk di sisi teras stadion.
Sedangkan mereka yang telah duduk di anak tangga tribun dan di atas tribun tetap bertahan di tempat. “Kase jo pa dorang yang belum dapa tampa duduk,” ujar Sarjte, ibu yang duduk di tangga stadion sebelah Utara.

Sementara itu, sejumlah polisi dipimpin langsung Kapolsek Kawangkoan Iptu Dartha Daipaha terlihat sibuk mengatur arus lalulintas dan tempat parkir mobil yang ditumpangi para Lansia.Mobil berbagai jenis, yang didominasi angkutan umum dan pick up itu, sebagian besar terpaksa diarahkan parkir di halaman rumah penduduk dan di sisi jalan-jalan yang berada di wilayah Kelurahan Sendangan.
Di gerbang utama stadion yang menelan anggaran Rp.25 miliar lebih ini tampak standby sebuah mobil Ambulance milik Puskesmas Kawangkoan. Bukan hanya mobil, dr Maya Rambitan, MKes, Kepala Puskesmas Kawangkoan, juga terlihat terus berada di samping mobil itu.
Terpantau dua kali mobil itu melarikan Lansia yang dilaporkan pinsan. “Tidak apa-apa, hanya drop saja. Kemungkinan tidak sarapan waktu datang ke mari,” ujar dr Maya.
Yang pasti, ketika para Lansia tiba di stadion langsung disuguhi snack berupa kue dan air mineral yang terbungkus kota kardus.

Di saat menunggu kedatangan Ketua Komda Lansia Minahasa Ivan Sarundajang tiba sekitar pukul 9.45 Wita dan Gbl Teddyus Batasina, STh pada pukul 10.15 Wita, para Lansia melantunkan aneka tembang rohani secara bergantian sebagai peserta ‘Lansia Idol’.
Uniknya, mereka yang tampil di atas panggung utama, yang diapir 14 panggung peserta ini, sebagian besar telah berusia di atas 65 tahun. Bahkan, ada yang sudah berumur 94 tahun, yakni utusan Desa Tandengan Kecamatan Kombi.
Rangkaian acara perayaan Natal Komda Lansia Minahasa ini berlangsung hikmat dan penuh kearaban di bawah cuaca cerah dan mendung, meski sempat diguyur hujan deras sekitar 20 menit selang pukul 12.33 Wita-12.55 Wita, ketika para peserta tengah menikmati makan siang.
Sementara itu, Sekretaris LPM Kelurahan Sendangan Selatan Deksy Hamid mengatakan, jumlah Lansia yang hadir pada perayaan Ibadah Natal Lansia Minahasa jauh lebih banyak dengan kegiatan Lansia yang dilaksanakan di Stadion Kawangkoan. “Ini lebih banyak,” katanya didampingi Lexi Rondonuwu, Kepala Lingkungan Satu, Kelurahan Sendangan Selatan, lokasi stadion kebanggaan warga calon Daerah Otonom Baru (DOB) Minahasa Tengah ini.
(den/ely)

