Dinas Perdagangan Naik PAD Rp 800 Juta, Sumuweng: Berikrar Bisa Capai
Plt Kepala Dinas Perdagangan Minsel, Adrian Sumuweng, SP MSi.

Dinas Perdagangan Naik PAD Rp 800 Juta, Sumuweng: Berikrar Bisa Capai

Amurang, Fajarmanado.com – Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Selatan, Adrian Sumuweng, SP MSi menjelaskan, PAD tahun 2017 terjadi kenaikan 100 persen. Awalnya, PAD tahun 2016 berjumlah Rp 400 juta. Dan sekarang menjadi Rp 800 juta. Dengan demikian, kami berikrar PAD diatas bisa capai.

‘’Artinya, apapun yang akan terjadi. Semua personil dilingkungan pasar di Minsel harus kerja keras. Sebab, PAD Rp 800 juta bukan kecil. Namun, sebagaimana prinsip yang dianut, bahwa PAD yang diberikan kepada Dinas Perdagangan mampu dilaksanakannya. Karena semua stockholder di Dinas Perdagangan Minsel bekerja,’’ujar Sumuweng, Senin (27/2/2017).

Menurut Sumuweng, ini guna mendapat dana segar dalam rangka menggenjot pembangunan Minsel. Dimana, Pemkab Minsel terus berupaya agar terjadi peningkatan PAD disemua Perangkat Daerah (PD). Karena itu, penetapan PAD yang ditargetkan diatas akan dilakukan sebagaimana prinsip yang sudah jalan.

‘’Sekali lagi, ikrar kami (Dinas Perdagangan, red) akan mencapainya. Kenapa tahun 2016 bisa tercapai PAD Rp 400 juta lebih. Dan kenapa PAD tahun 2017 ini tidak akan tercapai? Ingat, tahun 2017 ini ada beberapa pasar lagi yang akan beroperasi. Hal diatas tinggal menunggu jadwal ibu bupati Christiany Eugenian Paruntu, SE untuk meresmikannya. Dengan demikian, harapan diatas dipastikan tercapai,’’jelas mantan Kabag Adm Perekonomian Setdakab Minsel.

Sumuweng juga mengatakan, sesuai Peraturan Daerah (Perda). Bahwa, PD di Minsel wajib memberlakukan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Jadi, khusus dilingkungannya, hal diatas jelas menjadi harapan dengan penuh kesungguhan. Termasuk, sejauhmana staf yang ada dilingkungannya bekerja sambil berkoordinasi.

‘’Dalam upaya mencapai target PAD, dirinya minta kita saling berkoordinasi dan inovasi harus diutamakan. Supaya, target yang diberikan tak sia-sia belaka. Sekali lagi, koordinasi dan evaluasi demi tercapainya target PAD,’’imbuhnya.

Tentunya, semua potensi yang ada kita genjot. Tak terkecuali, sebab Dinas Perdagangan termasuk paling besar PAD dari PD yang ada di Minsel. Pastinya, keinginan diatas harus dimaksimalkan retribusi yang ada.

‘’Menariknya, ungkap Sumuweng tahun 2018 Dinas Perdagangan Minsel bakal ketambahan sumber PAD baru. Yaitu, tera ulang. Nah, sebelumnya, tera ulang menjadi tanggungjawab Provinsi Sulut. Tapi, mulai tahun 2018 dialihkan ke kabupaten. Potensi PAD-nya sangat tinggi. Namun, saat ini kita masih menunggu pembuatan Perdanya,’’ungkap mantan Camat Sinonsayang ini.

(andries)