Fajarmanado, Manado – Untuk memperkuat sinkronisasi antar lembaga, pusat maupun daerh, Badan Kependudukan dan Keluarga Berancana Nasional Sulawesi Utara (BKKBN Sulut) menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tingkat Sulut, Selasa (28/2/2017) siang di salah satu hotel di Manado.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (28/02/2017) siang ini bertema Dengan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Kita Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Provinsi Sulawesi Utara Yang Memiliki Karakter Bangsa, Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepala Pusat Pelatihan dan Kerjasama BKKBN Mochtar Bakti mewakili Kepala BKKBN Pusat mengatakan rakerda ini diharapkan mampu memperkuat sinkronisasi antar lembaga. “Mari kita melakukan sinkronisasi arah kebijakan dan pengembangan kegiatan prioritas program KKBPK,” katanya.
Bakti berharap rakorda dapat memperkuat dukungan baik dari pemerintah pusat dan daerah. “Rapat ini diharapkan dapat lebih meningkatkan koordinasi, keterpaduan, komitmen dan dukungan baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun seluruh mitra kerja di seluruh wilayah.
Senada dengan itu Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Edwin Silangen yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey optimis kegiatan rakorda dapat memecahkan persoalan kependudukan di Sulut.
“Tentunya dapat memberikan daya dorong optimal terhadap masalah kependudukan. Dan hasil rapat ini dapat diimplementasikan di 15 kabupaten dan kota,” jelasnya.
Menurut Silangen, pandangan yang sama terhadap penanganan kependudukan nantinya dapat berdampak terhadap pembangunan daerah.Rapat ini menjadi momentum sharing informasi dan gagasan. Ini akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sementara Kepala BKKBN perwakilan Sulut Nerius Auparay berharap kegiatan rapat dapat dimaksimalkan peserta untuk menimba ilmu.
“Semua peserta yang hadir diharapkan dapat selalu bekerjasama karena masalah kependudukan hanya dapat ditangani jika kita semua bekerjasama,” ujar Auparay. Kegiatan Rakorda dihadiri ratusan peserta dari 15 kabupaten dan kota di Sulut.
(deki geruh)

