Tondano, Fajarmanado.com – Menyusul meruaknya sinyalemen ijasah palsu (Ipal) strata tiga (S3) yang disandang oknum Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Julyeta Runtuwene pekan lalu, kini semakin mengundang reaksi dari mahasiswa lembaga tinggi negeri ini. Senin (06/03), siang tadi, puluhan mahasiswa kembali menggelar aksi demo di depan gedung rektorat Unima, Kelurahan Tounsaru, Tondano.
Mereka menuntut Julyeta Runtuwene, yang juga dikenal sebagai isteri Vecky Lumentut, Wali Kota Manado ini untuk memberikan penjelasan soal dugaan yang ditujukan kepadanya oleh sejumlah pihak.
“Dengan sikap diam yang diambil ibu Rektor Unima semakin memperkuat indikasi kebenaran tudingan dari sejumlah pihak kalau ijasah S3-nya palsu,” pekik mahasiswa yang memegang megafon yang akrab disapa Tian.
Mereka mengungkapkan, kini mahasiswa sedang resah dan gelisah menunggu kepastian nasib mereka, apalagi bagi yang segera mengakhiri masa perkuliahan. Keabsahan rektor akan sangat berpengaruh pada proses kelancaran administrasi mahasiswa. untuk itu, hendaknya keresahan tersebut dijawab dengan penjelasan dari Rektor.
“Bukan hanya kami yang resah, tapi juga orang tua yang membiayai kuliah kami sudah resah. Karena itu, Rektor jangan hanya sibuk ke luar ke sana ke mari, ke luar daerah dan ke luar negeri. Tapi tolong perhatikan juga tuntutan dan nasib kami,” tandas orator demo, yang disambut salam perjuangan mahasiswa oleh rekan-rekanya yang ambil bagian dalam aksi damai tersebut. “Hidup mahasiswa,” teriak mereka berama-ramai.
Pembantu Rektor II Dr Jeffry Tamboto MPd yang menyambut para mahasiswa pendemo tersebut tidak mau berkomentar lebih terkait dugaan Ipal pada jenjang S3 oleh Julyeta Runtuwene. “Kalau soal itu (Dugaan Ipal), saya tidak berkewenangan mengomentarinya. Tapi kalau soal tuntutan kalian (Mahasiswa pendemo) terkait masalah listrik dan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) serta SIA Unima, itu sementara kami tangani. Kami sudah berkoordinasi dengan PLN terkait listrik. Dan PDPT serta SIA Unima dalam pembenahan,” jelasTamboto, sambil menenangkan massa mahasiswa.
(fis)

