Amurang, Fajarmanado.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Selatan, Adrian Sumuweng, SP MSi menegaskan, soal perdebatan rencana pembangunan Pasar Modern atau Pertokoan Modern adalah program nasional. Soal perdebatan rencana dibangunnya Pasar Modern atau Pertokoan Modern juga masih menunggu anggaran. Karena APBD 2017 ini, Pemkab hanya menyediakan Rp 1 miliar untuk pembebasan lahan.
‘’Berarti, terlalu kecil anggaran untuk pembebasan lahan. Ingat, untuk pembangunan Pasar Modern atau Pertokoan Modern bukan kecil anggaran untuk pembebasan lahan. Khusus anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan Pasar Modern butuh biaya sekitar 5 hingga 8 miliar. Sama halnya dengan pembangunan Pasar Tradisional di Kelurahan Uwuran Dua, Bitung hingga Desa Kilometer Tiga. Bahwa, untuk pembebasan lahan juga butuh anggaran sekitar Rp 2 hingga 4 miliar,’’ujar Sumuweng, Selasa (7/3/2017).
Dikatakan Sumuweng, bahwa sekarang Pemkab Minsel hanya menyediakan anggaran Rp 1 miliar. Apakah anggaran untuk pembebasan lahan cukup. Dengan demikian, pihaknya baru akan mengusulkan di APBD Perubahan tahun 2017.
‘’Kalau pun disetujui melalui APBD Perubahan 2017, maka dipastikan pembangunan Pasar Modern atau Pertokoan Modern baru akan terlaksana tahun 2018 atau juga tahun 2019. Sumuweng mengakuinya, bahwa pemerintah pusat siap membantu, asalkan sudah tersedia lahan,’’jelas mantan Camat Sinonsayang ini.
Sementara itu, Sumuweng menjelaskan sedikit soal Perda RTRW yang diungkap anggota DPRD Minsel, Drs Roby Sangkoy, MPd. Bahwa, bukannya dirinya tidak mengetahui soal Perda RTRW tersebut. Tetapi, memang dasarnya adalah Perda RTRW.
‘’Dan sesuai Perda RTRW, pasar tradisional saat ini harus direlokasi ke Kelurahan Uwuran Dua, Bitung hingga Desa Kilometer Tiga. Namun, mungkin ini tinggal waktunya saja. Sebab, pihaknya belum memiliki anggaran untuk pembebasan lahan. Bahwa, untuk merelokasikan pasar tradisional juga butuh anggaran. Termasuk, soal pembangungan Pertokoan Modern juga butuh anggaran pembebasan lahan,’’ungkap Sumuweng.
Dengan demikian, harapan Bupati Christiany Eugenia Paruntu juga menjadi harapannya kedepan bisa mendapat anggaran melalui APBD Perubahan 2017. ‘’Supaya, program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk membangun pasar desa akan terealisasi segera. Kita doakan, agar rencana diatas bisa terlaksana dengan baik,’’pungkas mantan Kabag Administrasi Perekonomian Setdakab Minsel.
(andries)

